Update
Politik

Kaesang Masuk 10 Besar Calon Presiden, PSI: Ini Apresiasi dari Ibu-Ibu Pasar!

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menarik perhatian setelah survei terbaru menunjukkan namanya masuk dalam sepuluh besar calon presiden. Meskipun perolehan suaranya keci...

Bima Candrakumara 20 October 2026 62 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Ketum PSI Kaesang Pangarep bersama Dian Sandi Utama.
Ketum PSI Kaesang Pangarep bersama Dian Sandi Utama.

Kaesang Pangarep, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), berhasil menarik perhatian publik setelah hasil survei elektabilitas calon presiden terbaru dirilis. Dalam simulasi semi terbuka yang dilakukan oleh lembaga survei SMRC, Kaesang menempati posisi di sepuluh besar, bersaing dengan sejumlah politisi senior dan tokoh terkenal lainnya.

Data yang dibagikan oleh Direktur Media Sosial PSI, Dian Sandi Utama, melalui akun Instagram pribadinya @diansandiutama, menunjukkan bahwa posisi teratas elektabilitas saat ini dipegang oleh Dedi Mulyadi dengan perolehan 35,5 persen. Diikuti oleh Anies Baswedan dengan 10,3 persen, Prabowo Subianto 9,8 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 8,4 persen. Di urutan kelima dan keenam terdapat Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo, masing-masing dengan 5,0 persen. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusul dengan 2,1 persen, sementara Sherly Tjoanda Laos dan Mahfud MD masing-masing memperoleh 1,8 persen dan 1,7 persen. Kaesang sendiri berada di posisi ke-10 dengan elektabilitas 1,2 persen, lebih tinggi dari Pramono Anung (1,0 persen), Erick Thohir (0,9 persen), dan Khofifah Indar Parawansa (0,8 persen).

Respon Terhadap Hasil Survei

Menyikapi hasil survei tersebut, Dian Sandi mengungkapkan rasa terkejutnya karena selama ini ia tidak pernah mendengar Kaesang menyatakan keinginan untuk mencalonkan diri sebagai presiden. "Sekian lama mendampingi Mas Ketum sebagai pasukan lapangannya, tidak pernah sekilipun saya mendengar beliau mengucapkan keinginan untuk menjadi seorang Presiden," ujarnya.

Dian menjelaskan bahwa fokus Kaesang selama ini adalah untuk memperkuat partai. "Kalimat yang sering diucapkannya hanyalah 'perkuat struktur' itu-itu terus diulanginya setiap waktu," tambahnya. Meskipun angka elektabilitasnya terbilang kecil, Dian merasa bangga karena nama Kaesang kini mulai diperhitungkan di kancah politik. "Di bawah Bapak Mahfud MD, di atas Bapak Pramono Anung. Para senior di dunia politik yang juga telah malang-melintang di dunia birokrasi Indonesia," ucapnya.

Makna di Balik Angka Kecil

Dian menegaskan bahwa meskipun 1,2 persen mungkin terlihat kecil dan tidak berarti bagi politisi senior, hal ini merupakan bentuk apresiasi dari masyarakat, khususnya para emak-emak yang ditemui Kaesang. "Ini bentuk apresiasi dari emak-emak yang disalami Mas Ketum di pasar, bapak-bapak yang dijumpainya ketika ada bencana dan pemuda-pemuda yang bersamanya ketika diskusi tentang olahraga," jelasnya.

Lebih lanjut, Dian menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar statistik politik. Ia percaya bahwa hal ini menunjukkan kedekatan Kaesang dengan masyarakat. "Atau mereka yang mengetahui bahwa Mas Ketum bukan tipe orang yang susah dijangkau oleh mereka yang merasa sebagai rakyat biasa," imbuhnya. Dian juga menegaskan bahwa Kaesang saat ini tidak sedang mengejar kursi kekuasaan, meskipun ia mengapresiasi hasil survei SMRC yang menempatkan Kaesang sejajar dengan nama-nama besar di pentas politik nasional. "Tentu saja Mas Ketum tidak terpikirkan menjadi seorang Capres karena saat ini lebih memilih membesarkan Partai namun ada hal yang membuat saya merasa bangga; nama Mas Ketum mulai ditempatkan sejajar dengan para politisi senior lainnya," tutupnya.

Artikel Terkait