Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

--- Kapal Tongkang Terjebak di Sungai Kapuas, ESDM: Penyebabnya Air Surut ---

--- Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa kapal tongkang yang terjebak di Sungai Kapuas bukan disebabkan oleh pembatasan produksi, melainkan akibat surutnya debit air. ---

Arya Yudhistira 03 September 2026 36 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan kapal tongkang tersangkut di Sungai Kapuas akibat surutnya debit air, bukan karena pembatasan produksi. (FOTO:CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan kapal tongkang tersangkut di Sungai Kapuas akibat surutnya debit air, bukan karena pembatasan produksi. (FOTO:CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
---TITLEEXCERPT--- Wakil Menteri ESDM menegaskan bahwa kapal tongkang yang terjebak di Sungai Kapuas bukan disebabkan oleh pembatasan produksi, melainkan akibat surutnya debit air. ---CONTENT---

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kapal tongkang yang terjebak di dasar Sungai Kapuas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, disebabkan oleh surutnya debit air, bukan karena adanya pembatasan produksi. Yuliot menjelaskan bahwa kondisi air yang rendah mengakibatkan kapal tongkang sulit beroperasi.

"Enggak, itu ya bukan karena dibatasi produksinya, karena air (sungai) untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air," ungkap Yuliot saat ditemui usai acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition 2026 di JiExpo Kemayoran pada Rabu (2/9).

Pemeriksaan Langsung ke Lokasi

Yuliot juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi kapal tongkang yang terjebak. "Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Barat. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," tambahnya.

Kondisi Sungai Kapuas

Sebelumnya, sebuah kapal tongkang yang mengangkut kernel sawit dari Sejiram menuju Tayan terdampar di dasar Sungai Kapuas, yang saat ini mengalami kekeringan parah setelah empat bulan tidak turun hujan. Meskipun demikian, banyak masyarakat sekitar yang mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat kapal tongkang yang terjebak.

Selain Sungai Kapuas, beberapa sungai dan danau di Kalimantan juga mengalami penurunan debit air akibat suhu panas yang ekstrem.

Artikel Terkait