Update
Ekonomi

Kawasan Konservasi Laut Belu di NTT Resmi Ditetapkan Seluas 12.326 Ha

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan kawasan konservasi perairan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dengan luas 12.326,35 hektare. Penetapan ini bertujuan untuk melindungi keanekar...

Lare Ayu 04 October 2026 56 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Kawasan konservasi ini bertujuan memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati laut di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. (Foto: Arsip Konservasi Indonesia/Arie Yudhistira)
Kawasan konservasi ini bertujuan memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati laut di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. (Foto: Arsip Konservasi Indonesia/Arie Yudhistira)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah resmi menetapkan kawasan konservasi perairan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, seluas 12.326,35 hektare melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 77 Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat perlindungan terhadap keanekaragaman hayati laut di daerah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.

Pentingnya Ekosistem Laut Belu

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Stefania Tunga Boro, menjelaskan bahwa kawasan yang ditetapkan sebagai taman perairan ini mencakup berbagai ekosistem penting. "Ini seperti terumbu karang, padang lamun, dan habitat ikan karang," ujarnya dalam rilis bersama Konservasi Indonesia. Kawasan ini dibagi menjadi beberapa zona, yaitu zona inti seluas 133,08 hektare, zona pemanfaatan terbatas seluas 11.153,50 hektare, serta zona lainnya seluas 1.039,77 hektare yang meliputi rehabilitasi, instalasi laut, pelabuhan, dan tambat labuh.

Manfaat bagi Sumber Daya Ikan dan Pariwisata

Victor Nikijuluw, Senior Fellow in Ocean Governance dari Konservasi Indonesia, menilai bahwa penetapan kawasan konservasi ini memberikan landasan hukum yang penting untuk mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan kearifan lokal dalam pengelolaan laut. Ia menekankan bahwa perlindungan ekosistem di Belu dapat mendukung keberlanjutan sumber daya ikan yang digunakan oleh nelayan lokal, serta memberikan manfaat bagi pasar ikan di Timor Leste. Kajian keanekaragaman hayati menunjukkan bahwa terumbu karang dan padang lamun di Belu berfungsi sebagai area pemijahan dan pembesaran bagi berbagai spesies ikan bernilai ekonomis. Victor juga menegaskan bahwa zona inti diharapkan menjadi kawasan perlindungan sumber daya ikan, sementara zona pemanfaatan terbatas tetap mendukung kegiatan perikanan yang ramah lingkungan dan pariwisata.

Artikel Terkait