Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dan daerah sekitarnya. Tindakan ini bertujuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.
Raja Juli menjelaskan bahwa OMC akan terus dilaksanakan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai. Operasi ini merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah yang melibatkan pengerahan personel serta peralatan pemadaman di darat untuk mengatasi karhutla di Kalimantan Tengah. "Jadi, sekali lagi, kondisi Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Tapi insyaallah pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin hadir untuk terus berjuang dari semua sektor darat, udara, kemudian memastikan bahwa kami tidak akan kalah oleh kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (20/10).
Rapat Penanganan Karhutla
Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan, mengadakan rapat terkait penanganan karhutla di Kalteng pada Rabu (14/10). Rapat ini membahas potensi awan hujan dan menyemai awan yang memenuhi syarat untuk mendukung terbentuknya hujan.
Nur Setiawan menginformasikan bahwa BMKG telah memperkirakan potensi hujan yang cukup tinggi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah pada 15–16 Oktober 2026. "Jadi, sebagaimana yang kami sampaikan pada rapat terbatas pada hari Kamis sore, yang mana kami sampaikan bahwa potensi hujan yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah pada tanggal 15 dan 16 cukup tinggi," katanya pada Sabtu (17/10/2026).
Dukungan BMKG untuk Penanganan Karhutla
Dia menambahkan bahwa BMKG memberikan dukungan aktif untuk membantu penanganan karhutla di wilayah tersebut. Pemantauan cuaca dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memanfaatkan potensi hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih menjadi perhatian.
Dalam dua hari terakhir, BMKG mencatat hujan dengan intensitas cukup deras di beberapa daerah, termasuk Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara itu, Pangkalan Bun juga mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.