Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Kemenkeu Berikan Penjelasan Terkait Anggaran Rp7 Triliun untuk BPS

Kementerian Keuangan memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait alokasi anggaran sebesar Rp7 triliun untuk Badan Pusat Statistik.

Arya Yudhistira 27 August 2026 48 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Kemenkeu mengklarifikasi pernyataan Purbaya soal anggaran sebesar Rp7 triliun BPS. Dana tersebut bukan dikucurkan hanya untuk membiayai perbaikan DTSEN. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Kemenkeu mengklarifikasi pernyataan Purbaya soal anggaran sebesar Rp7 triliun BPS. Dana tersebut bukan dikucurkan hanya untuk membiayai perbaikan DTSEN. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan penjelasan mengenai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang anggaran sebesar Rp7 triliun untuk Badan Pusat Statistik (BPS). Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menegaskan bahwa anggaran Rp7 triliun tersebut merupakan total alokasi untuk operasional dan program BPS pada tahun 2026, dan tidak hanya ditujukan untuk DTSEN atau sensus ekonomi. "Anggaran sebesar hampir Rp 7 triliun merupakan total alokasi anggaran operasional dan program Badan Pusat Statistik (BPS) secara keseluruhan dan bukan anggaran yang semata-mata dikhususkan untuk DTSEN maupun Sensus Ekonomi," jelas Deni dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu (26/8).

Keberatan Publik Terkait Subsidi BBM

Sebelumnya, Purbaya juga menanggapi keberatan dari masyarakat mengenai kriteria penerima bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite. Beberapa warga merasa tidak setuju karena mereka dimasukkan dalam kelompok desil 9 dan 10, meskipun kondisi keuangan mereka tidak mencerminkan batas kemampuan ekonomi kelompok tersebut. Purbaya berkomitmen untuk memperbaiki keakuratan data warga yang termasuk dalam kategori desil 9 dan 10 yang merujuk pada DTSEN.

Alokasi Anggaran untuk Pembenahan Data

Ia menyampaikan bahwa alokasi anggaran yang signifikan telah disiapkan untuk BPS tahun ini guna meningkatkan akurasi basis data nasional. "Makanya sedang diperbaiki itu data DTSEN-nya. Saya ngeluarin uang cukup banyak loh untuk ke BPS tahun ini," ungkap Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat pada Rabu (26/8).

Purbaya juga menjelaskan bahwa BPS telah mengajukan tambahan dana sekitar Rp7 triliun sejak awal tahun untuk perbaikan data DTSEN dan pelaksanaan Sensus Ekonomi. "Jadi tahun depan harusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu, dua, kan biasanya selalu ada kalau di survei ya, tapi saya harapkan tahun depan lebih rapi," tambahnya.

Mengenai kapan larangan pembelian Pertalite untuk desil 9 dan 10 akan diberlakukan, pemerintah masih memantau kondisi ekonomi saat ini sambil menyelesaikan persiapan teknisnya. "Nanti kalau sudah siap, ya sudah kita jalankan," tutup Purbaya.

Artikel Terkait