Update
News

Kementerian Pekerjaan Umum Siapkan Sistem Peringatan Dini dan Sabo Dam di Sungai Batang Baliang

Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pemasangan sistem peringatan dini di tiga lokasi dan merencanakan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Sumatera Barat, untuk mengantisipasi bencana b...

Yoga Samadhi 14 October 2026 64 pembaca jpnn.com jpnn.com
Kementerian PU Pasang 3 EWS & Siapkan 2 Sabo Dam Batang Baliang
Kementerian PU Pasang 3 EWS & Siapkan 2 Sabo Dam Batang Baliang

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah melaksanakan pemasangan Early Warning System (EWS) di tiga lokasi dan sedang mempersiapkan pembangunan dua sabo dam di Sungai Batang Baliang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap bencana banjir bandang yang baru-baru ini terjadi.

Pemasangan EWS dilakukan pada awal Oktober 2026 untuk meningkatkan pemantauan kondisi alam dan mendukung rencana pembangunan sabo dam yang berfungsi sebagai infrastruktur pengendali aliran material sedimen dan debris. Menteri PU Dody Hanggodo telah memberikan instruksi kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk segera memulai pembangunan sabo dam di hulu Sungai Batang Baliang.

Fokus pada Pembangunan Sabo Dam

Keberadaan material kayu di hulu sungai dan aliran air yang masih deras pasca hujan menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, pembangunan sabo dam diharapkan dapat menahan material kayu, lumpur, dan sedimen agar tidak terbawa arus ke daerah hilir dan permukiman warga. "Saya sudah menginstruksikan Pak Dirjen Sumber Daya Air untuk mempercepat pembangunan sabo dam. Di bagian hulu Batang Baliang harus segera dibangun, paling tidak jika masih ada kayu atau lumpur dapat tertahan di atas (hulu)," ungkap Menteri Dody.

Lebih lanjut, Menteri Dody juga memerintahkan agar komponen sabo dam diproduksi dengan sistem precast di lokasi yang aman, kemudian diangkut dan dipasang secara bertahap di bagian hulu sungai. Metode ini direncanakan untuk memudahkan pelaksanaan konstruksi dengan mempertimbangkan kondisi medan dan akses ke lokasi pembangunan.

Implementasi Sistem Peringatan Dini

Pemasangan dua unit sabo dam akan dilakukan berdasarkan kajian teknis di sepanjang alur Sungai Batang Baliang. Dimensi, kapasitas tampungan, dan detail konstruksi akan mengikuti hasil perencanaan teknis yang disusun oleh Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang. Desain sabo dam akan mencakup bangunan melintang sungai yang berfungsi untuk mengendalikan aliran debris dan menahan material yang terbawa arus, sehingga dapat mengurangi risiko akumulasi material di bagian hilir.

Selain itu, Kementerian PU melalui Balai Teknik Sabo telah memasang EWS di tiga titik di Kabupaten Solok pada awal Oktober 2026. Perangkat ini dirancang untuk memantau berbagai parameter lingkungan, termasuk curah hujan, pergerakan tanah, dan kelembapan tanah. Data yang diperoleh dari sensor akan ditransmisikan untuk ditampilkan pada dashboard pemantauan, sehingga kondisi yang terukur dapat dianalisis secara berkala untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Sejalan dengan upaya penanganan jangka panjang, Kementerian PU juga terus melaksanakan penanganan tanggap darurat di Sungai Batang Baliang. Berdasarkan laporan per 12 Oktober 2026, perbaikan alur sungai dan pembersihan material banjir telah mencapai sekitar 740 meter dari target 1.900 meter. Selain itu, pemasangan cobble stone dengan target 500 meter dan bronjong sepanjang 600 meter juga sedang dikerjakan. Hingga saat ini, BWS Sumatera V Padang telah mengirimkan 19 unit peralatan, termasuk 9 Excavator, 2 Excavator Breaker, 1 Unit Excavator Long Arm, 3 Mobile Pump, dan 4 Dump truck.

Artikel Terkait