Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Politik

Kenaikan Elektabilitas PSI: Ancaman bagi PDIP Masih Jauh

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencatatkan elektabilitas sebesar 4,1% dalam survei terbaru, namun hal ini dinilai belum cukup untuk menjadi ancaman bagi PDIP. Pengamat politik menilai posisi PSI m...

Lare Ayu 30 August 2026 83 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Joko Widodo (Jokowi) safari politik di Lampung bersama PSI
Joko Widodo (Jokowi) safari politik di Lampung bersama PSI

Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tercatat sebesar 4,1% dalam survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dinilai belum cukup untuk mengancam posisi PDIP. Angka tersebut hanya menunjukkan peluang bagi PSI untuk dapat lolos ke parlemen.

Endang Sari, seorang pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, menyatakan bahwa kenaikan elektabilitas PSI masih terbilang kecil. Ia menjelaskan bahwa angka 4,1% hanya sedikit di atas ambang batas parlemen yang ditetapkan sebesar 4%. "4,1 persen itu kan menandakan bahwa masih naik sedikit sekali. Karena kemarin kan memang enggak sampai 4 persen. Nah, 4,1 itu artinya baru lewat pada ambang batas parlementer," ungkap Endang pada Minggu (30/8/2026).

Posisi PSI di Panggung Politik

Endang menambahkan bahwa posisi PSI saat ini tidak dapat disamakan dengan partai-partai besar lainnya, terutama PDIP yang merupakan salah satu kekuatan politik terkuat dan telah menjadi pemenang Pemilu 2024. "Jadi, kalau dianggap bahwa apakah PSI ini adalah ancaman bagi PDIP yang notabene adalah pemenang Pemilu 2024, saya kira itu masih terlalu jauh analisisnya kalau seperti itu," jelasnya.

Menurutnya, capaian 4,1% lebih tepat dipahami sebagai sinyal bahwa PSI berpotensi untuk mendapatkan kursi di DPR pada Pemilu 2029. "Jadi belum cukup untuk mengancam. Baru sampai pada, oke, boleh untuk berpotensi untuk mendudukkan wakilnya di parlemen," tambahnya.

Dampak Dukungan Jokowi

Endang juga menyoroti peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan ini dikaitkan dengan penguatan PSI. Ia berpendapat bahwa dukungan dari Jokowi tidak serta merta menjadikan PSI sebagai ancaman bagi PDIP. Menurutnya, angka elektabilitas PSI saat ini masih terlalu kecil untuk menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam kekuatan politik. "Bahwa faktor Jokowi-nya yang kemudian men-trigger itu, maka sebenarnya kalau kita lihat, yang terjadi sebenarnya adalah PSI yang kelihatannya baru elektabilitas PSI ke 4,1 persen tidak bisa dibaca sebagai ancaman langsung terhadap PDIP," tegas Endang.

Dia menambahkan bahwa angka tersebut baru berada pada batas aman untuk lolos dari ambang batas parlemen. "Karena 4 persen itu baru angka aman untuk bisa lolos parliamentary threshold," sambungnya.

Di sisi lain, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengungkapkan bahwa elektabilitas 4,1% belum memenuhi target politik partainya untuk Pemilu 2029. Ahmad Ali menyatakan rasa syukurnya atas peningkatan dukungan terhadap PSI, namun ia menekankan agar kader tidak merasa puas dengan hasil survei tersebut. "Kalau melihat angka 4,1 persen, tentu kami bersyukur karena ada pertumbuhan kepercayaan publik kepada PSI," kata Ahmad Ali.

Ia menambahkan bahwa angka tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi PSI untuk bekerja lebih keras. PSI, menurutnya, memiliki target yang jauh lebih tinggi, yaitu meraih kemenangan besar pada Pemilu 2029. "Tetapi bagi kami, itu masih terlalu kecil. Target kami menang besar. Karena itu kerja partai tidak boleh berhenti pada hasil survei," ujarnya.

Ahmad Ali juga menyebutkan bahwa persaingan politik menuju Pemilu 2029 akan semakin ketat. PSI berencana untuk memperkuat konsolidasi internal dan memperluas kerja politik di masyarakat. "Lanskap politik hari ini sangat kompetitif. Publik memiliki banyak pilihan. Karena itu, tugas kami adalah memastikan PSI hadir dan bekerja di tengah masyarakat," katanya.

Ia menegaskan bahwa elektabilitas tidak dapat dibangun hanya melalui slogan dan kampanye, melainkan harus diperoleh melalui kerja politik yang konsisten. "Dukungan tidak datang karena slogan, tetapi karena kepercayaan yang dibangun melalui kerja yang konsisten," ujar Ahmad Ali.

PSI kini akan memfokuskan perhatian pada konsolidasi kader dan penguatan struktur organisasi. Ahmad Ali mengingatkan bahwa hasil survei hanya mencerminkan posisi partai pada saat survei dilakukan. "Survei memberi gambaran tentang posisi kita hari ini. Tetapi pemilu ditentukan oleh kerja panjang," katanya. Ia pun mengingatkan seluruh kader PSI agar tidak terlena dengan elektabilitas 4,1%. "Saya selalu sampaikan kepada kader bahwa angka 4,1 persen tidak boleh membuat kita puas," pungkasnya.

Artikel Terkait