Update
Ekonomi

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tergantung pada Harga Minyak Mentah Global

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dapat meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) akibat dinamika pasar global.

Dewa Raka 22 September 2026 70 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerangkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan naik apabila harga minyak mentah Indonesia melonjak imbas dinamika global. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerangkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan naik apabila harga minyak mentah Indonesia melonjak imbas dinamika global. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpotensi naik jika harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) mengalami lonjakan akibat perubahan di pasar global. Ia menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti pergerakan harga pasar yang dipengaruhi oleh ICP. "Kalau harga minyak nonsubsidi itu mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP-nya naik, otomatis dia akan naik," ungkap Bahlil saat ditemui di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (22/9).

Di sisi lain, Bahlil juga mengindikasikan bahwa harga BBM nonsubsidi dapat turun jika harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, yang akan berdampak pada koreksi ICP. "Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia (harga BBM nonsubsidi) akan melakukan koreksi," tambahnya.

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Cadangan BBM

Dalam situasi ini, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga ketersediaan cadangan BBM agar tetap berada pada standar minimal, yaitu mencukupi kebutuhan selama 18 hingga 21 hari. Untuk BBM subsidi seperti Pertalite, ia memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga hingga akhir tahun 2026. Bahlil menyatakan bahwa kepastian tersebut telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dia juga mengimbau masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi dan kelompok ekonomi menengah ke atas untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Bahlil memberikan contoh mengenai penemuan polisi di Makassar yang menemukan mobil Pajero yang mengisi Pertalite dalam jumlah besar, di mana tangki kendaraan tersebut dimodifikasi untuk menampung sekitar 700 liter. Ia menilai bahwa Pertalite yang ditampung dalam jumlah besar tersebut diduga akan dijual kembali.

Imbauan untuk Masyarakat

Bahlil merasa prihatin dengan praktik tersebut karena ia telah berulang kali mengingatkan masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan BBM subsidi. "Ya cobalah kita pakai perasaan. Saya berkali-kali terus ini, ngomong ini. Jangan. Kasihan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujarnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat yang mampu seharusnya tidak mengambil hak kelompok yang membutuhkan subsidi BBM. "Masa sih kita enggak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu. Tidak hanya sampai ke sana. Diambil, dijual lagi. Wah itu sudah saya enggak tahu lagi ya pikiran udah gimana lah," tambah Bahlil.

Harga minyak dunia tercatat naik menjadi US$100 per barel pada hari Selasa, menjelang kemungkinan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden Iran. Menurut laporan Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November mengalami kenaikan sebesar 22 sen atau 0,22 persen menjadi US$100,57 per barel.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex akan tetap ditetapkan sesuai dengan formula yang ditentukan oleh pemerintah, meskipun ada fluktuasi pada harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM, baik untuk subsidi maupun nonsubsidi.

Untuk BBM nonsubsidi, harga akan mengikuti formula dan ketentuan yang berlaku. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter jika harga minyak dunia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. "Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," jelas Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Artikel Terkait