Update
News

--- Kepala BGN Menyampaikan Keresahan Terkait Pendanaan Program Makan Bergizi Gratis ---

--- Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis tidak mengganggu program pemerintah lainnya, meskipun banyak komentar negatif di media sosial....

Karim Abinaya 01 August 2026 2 pembaca jpnn.com jpnn.com
Kepala BGN Sudaryono Sampai Merasa Gemas, Menyinggung Pendapatan Honorer
Kepala BGN Sudaryono Sampai Merasa Gemas, Menyinggung Pendapatan Honorer
---TITLEEXCERPT--- Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis tidak mengganggu program pemerintah lainnya, meskipun banyak komentar negatif di media sosial. ---CONTENT---

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan bahwa meskipun dana untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup besar, hal itu tidak mengakibatkan pengurangan anggaran untuk program-program pemerintah lainnya. Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Jumat (31/7), Sudaryono menyatakan rasa gemasnya terhadap komentar di media sosial yang menyebutkan bahwa MBG menguras anggaran negara.

Ia menjelaskan, "Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan." Pernyataan ini ditujukan untuk mengklarifikasi anggapan yang berkembang bahwa anggaran negara banyak terserap untuk MBG, sehingga program lain seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, dan pembangunan jembatan terhambat.

Program Pembangunan Tetap Berjalan

Sudaryono menegaskan bahwa berbagai program pembangunan di sektor-sektor lain tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MBG. Ia memberikan contoh di sektor pertanian, di mana ketersediaan pupuk telah menjadi perhatian sebelum pelaksanaan MBG. Ia menambahkan bahwa meskipun anggaran dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan pupuk dan menerapkan kebijakan harga yang lebih terjangkau.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa revitalisasi jaringan irigasi juga tetap dilaksanakan. "Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," jelasnya.

Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Sudaryono juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur pendidikan. Ia menegaskan bahwa kerusakan sekolah yang terjadi saat ini bukan akibat dari adanya program MBG. "Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan, tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menargetkan perbaikan sekolah dilakukan secara bertahap dan dalam jumlah besar. Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer, tetap menjadi fokus pemerintah. "MBG memang mengambil dana yang tidak kecil. Rencana tahun ini sekitar Rp268 triliun, tetapi yang lain-lain juga dikerjakan," tutup Sudaryono.

Artikel Terkait