Update
News

Deteksi Dini Kanker Payudara Melalui Skrining USG Gratis di Bali

Kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Bali, mendorong PALAPA untuk menggelar skrining USG gratis dan edukasi kesehatan di Denpasar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesa...

Arya Yudhistira 18 September 2026 1 pembaca jpnn.com jpnn.com
Skrining USG Gratis, PALAPA Motivasi Emak-Emak di Bali Cegah Kanker Payudara
Skrining USG Gratis, PALAPA Motivasi Emak-Emak di Bali Cegah Kanker Payudara

Di Denpasar, kanker payudara tercatat sebagai penyebab kematian kedua tertinggi setelah henti jantung. Dinas Kesehatan Bali melaporkan bahwa dalam lima tahun terakhir, terdapat 9.923 kasus kanker payudara di rumah sakit di Denpasar, dengan 29 pasien di antaranya meninggal dunia. Menyikapi situasi ini, Perempuan Laju Perkasa (PALAPA) berkolaborasi dengan Siloam, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bali, dan Rotary Indonesia untuk menyelenggarakan kegiatan deteksi dini serta edukasi, termasuk skrining USG kanker payudara secara gratis melalui program Semangat Lawan Kanker (SELANGKAH).

Kesadaran Kesehatan Perempuan

Ketua PALAPA, Hetty Andika Perkasa, menyatakan, "Kami sedang menyalakan obor gerakan yang baru, gerakan perempuan yang sadar kesehatan, peduli tubuhnya dan berani mengambil keputusan untuk hidup lebih sehat. Langkah kecil hari ini, kita menyelamatkan satu keluarga dan melindungi masa depan bangsa." Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Kesdam Udayana, Denpasar, dan bertujuan untuk mendorong perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan mereka.

Partisipasi Masyarakat

Salah satu peserta skrining, Prida Dewi dari Denpasar, mengungkapkan rasa syukur atas adanya layanan skrining USG gratis ini, yang memotivasi dirinya untuk lebih aktif dalam mengajak orang-orang di sekitarnya memeriksakan kesehatan mereka. "Kebetulan saya menjadi koordinator seperti itu dari ibu-ibu, perempuan-perempuan yang ada di wilayah saya ada 7 banjar. Saya akan ajak mereka untuk memeriksakan dirinya lebih awal secara dini," ujarnya.

Dewi juga menyoroti bahwa masih banyak masyarakat yang merasa khawatir dan takut untuk melakukan skrining kanker payudara. "Banyak ibu-ibu yang belum paham bahwa kami harus mendeteksi secara dini, karena banyak kasus terjadi setelah sudah gejala, baru tahu sudah stadium. Jadi alangkah baiknya kami periksa lebih awal," tambahnya.

Artikel Terkait