Update
Ekonomi

Kerja Sama AirNav dan CAAS untuk Meningkatkan Layanan Lalu Lintas Udara

AirNav Indonesia bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) menjalin kerjasama dalam pelayanan lalu lintas udara di wilayah Jakarta dan Singapura melalui pertukaran data pemantauan pesawat....

Lare Ayu 21 September 2026 56 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
AirNav Indonesia dan CAAS melakukan kolaborasi pelayanan lalu lintas udara pada Flight Information Region (FIR) Jakarta dan Singapura. (Foto: Arsip Istimewa)
AirNav Indonesia dan CAAS melakukan kolaborasi pelayanan lalu lintas udara pada Flight Information Region (FIR) Jakarta dan Singapura. (Foto: Arsip Istimewa)

AirNav Indonesia dan Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) telah melakukan kolaborasi dalam pelayanan lalu lintas udara yang mencakup wilayah Flight Information Region (FIR) Jakarta dan Singapura. Kerja sama ini melibatkan pertukaran data pemantauan posisi serta pergerakan pesawat, dan dituangkan dalam sebuah perjanjian kerjasama mengenai kolaborasi ADS-B yang akan mulai berlaku pada 16 September 2026.

Detail Kerja Sama

Kolaborasi ini mencakup pertukaran data Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) serta dukungan komunikasi operasional yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas layanan lalu lintas udara antara kedua negara. Zainal Arifin Harahap, Direktur Teknik AirNav Indonesia, menyatakan bahwa kerja sama ini saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dengan menyediakan data ADS-B untuk meningkatkan pemahaman situasional terhadap kondisi lalu lintas udara.

Manfaat Pertukaran Data

Data ADS-B yang diperoleh dari stasiun AirNav Indonesia yang terletak di Natuna dan Matak, Kepulauan Riau, akan menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada CAAS. Sebaliknya, AirNav juga akan menerima data ADS-B dari sisi Singapura untuk mendukung kebutuhan pengawasan penerbangan. Infrastruktur ADS-B yang ada di Natuna dan Matak memiliki jangkauan minimal 250 nautical miles atau sekitar 463 kilometer dalam kondisi pandangan langsung. Sistem ini dirancang untuk memperbarui posisi pesawat setiap detik, dengan 95 persen data yang dikirim dari ground station diterima dalam waktu kurang dari dua detik.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait