Update
Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan Promo Menarik di Transmart: Dapatkan Tangga Lipat Aluminium Hanya Seharga Rp1 Juta Gerindra Ambil Sikap Hati-Hati Terkait Polemik Gibran Penyidik Polda Kalbar Dituduh Tak Profesional, Laporan Diajukan ke Propam Polri Mentan Amran: Ketahanan Pangan Indonesia Masih Terjaga di Tengah Krisis Global Dukungan Dedy Nur Palakka untuk Gibran di Tengah Kontroversi Putusan MA KOKAM Mengkritik Tindakan Polisi dalam Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan Promo Menarik di Transmart: Dapatkan Tangga Lipat Aluminium Hanya Seharga Rp1 Juta Gerindra Ambil Sikap Hati-Hati Terkait Polemik Gibran Penyidik Polda Kalbar Dituduh Tak Profesional, Laporan Diajukan ke Propam Polri Mentan Amran: Ketahanan Pangan Indonesia Masih Terjaga di Tengah Krisis Global Dukungan Dedy Nur Palakka untuk Gibran di Tengah Kontroversi Putusan MA KOKAM Mengkritik Tindakan Polisi dalam Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo
Ekonomi

Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8

Trader pemula sering kali fokus pada prediksi pergerakan harga, namun mereka sering mengabaikan pentingnya efisiensi biaya transaksi, khususnya spread. Memahami total biaya transaksi menjadi kunci unt...

Bima Candrakumara 01 November 2026 2 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/SasinParaksa)
Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/SasinParaksa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam dunia pasar finansial, banyak trader pemula yang lebih memperhatikan arah pergerakan harga daripada memperhitungkan faktor penting lainnya yang dapat memengaruhi hasil akhir portofolio mereka, yaitu efisiensi biaya transaksi, terutama spread. Selain spread, pemahaman tentang total biaya transaksi juga sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Secara umum, biaya dalam trading terbagi menjadi empat elemen utama: spread (selisih antara harga bid dan ask), komisi (biaya untuk membuka atau menutup posisi), swap (biaya untuk posisi yang dipegang semalaman), dan pajak (kewajiban fiskal yang ditetapkan oleh negara).

Biaya Spread dalam Trading

Dari keempat elemen tersebut, spread merupakan komponen biaya yang bersifat implisit dan sudah termasuk dalam kuotasi harga. Karena biaya ini otomatis diperhitungkan saat membuka posisi, setiap transaksi baru akan dimulai dengan sedikit nilai negatif. Bagi trader yang aktif, akumulasi dari nilai kecil ini dapat menjadi pengeluaran bulanan yang signifikan.

Pengaruh Spread terhadap Strategi Trading

Jenis instrumen yang diperdagangkan berpengaruh besar terhadap besarnya pengeluaran ini. Data dari Dewan Emas Dunia periode Februari 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan bahwa rata-rata spread untuk pasar spot emas (XAUUSD) berada di angka 0,02 persen, sedangkan untuk perak (XAGUSD) mencapai 0,09 persen. Dengan kata lain, untuk nilai modal transaksi yang sama, beban spread pada perak bisa mencapai 4,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan emas.

Dampak ini semakin jelas pada transaksi instrumen Contracts for Difference (CFD). Dalam studi edukasi pasar yang dirilis oleh broker CFD global Elev8, simulasi akumulasi spread menunjukkan bahwa frekuensi transaksi dapat mengubah selisih harga yang terlihat kecil menjadi beban finansial yang cukup besar. Sebagai contoh, untuk instrumen emas (XAUUSD) dengan volume 1 lot (100 oz) dan frekuensi 10 transaksi per hari:

Pada kisaran spread $0,15 per oz: Beban biaya mencapai $150 per hari atau sekitar $3.000 per bulan. Jika spread melebar menjadi $0,40 per oz: Beban harian meningkat menjadi $400 atau setara dengan $8.000 per bulan. Jika seorang trader menargetkan pergerakan harga yang kecil, misalnya $0,50, maka spread sebesar $0,30 saja sudah dapat menyerap lebih dari separuh potensi keuntungan kotor sebelum mempertimbangkan faktor lainnya.

Elev8 menjelaskan bahwa tidak semua strategi trading terpengaruh dengan cara yang sama. Tingkat beban spread sangat tergantung pada gaya transaksi yang diterapkan, antara lain:

  • Scalping & Day Trading: Gaya ini paling rentan terhadap tinggi rendahnya spread. Karena berfokus pada pergerakan harga kecil dengan frekuensi tinggi, spread dapat menyerap sebagian besar atau bahkan seluruh potensi keuntungan.
  • Swing Trading: Menahan posisi selama beberapa hari hingga minggu membuat porsi spread relatif lebih kecil dibandingkan dengan target profit secara keseluruhan.
  • Posisi Jangka Panjang: Pada gaya ini, pengaruh spread tidak begitu dominan, dan perhatian lebih banyak tertuju pada biaya swap.

Analis Pasar Keuangan Elev8, Kar Yong Ang, mengingatkan para trader untuk memperhitungkan lonjakan spread saat volatilitas pasar meningkat. "Untuk trader yang menargetkan fluktuasi jangka pendek, spread yang lebih lebar meningkatkan pergerakan harga yang diperlukan untuk mencapai titik impas (break-even). Jika pergerakan harga yang ditangkap lebih kecil dari spread, posisi tersebut akan tetap mengalami kerugian meskipun arah prediksi pasar sudah benar," ungkapnya.

Memahami struktur biaya dan memilih waktu transaksi dengan tingkat likuiditas yang baik dapat membantu trader dalam menjaga efisiensi modal, sehingga strategi yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lebih optimal.

Artikel Terkait