Update
Ekonomi

BRI Resmikan Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) meresmikan Posyandu Lili yang telah direvitalisasi dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman, Yogyakarta, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

Kalula Putri 01 November 2026 2 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
(Foto: Arsip BRI)
(Foto: Arsip BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli meresmikan Posyandu Lili yang telah diperbaharui di Dusun Purworejo, Kalurahan Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 21 Oktober. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menekankan bahwa keberhasilan program sosial diukur dari dampak nyata dan keberlanjutan bagi masyarakat.

“Sebagai salah satu institusi perbankan nasional, BRI tidak hanya berkomitmen memberikan layanan keuangan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BRI Peduli. Melalui BRI Peduli, kami terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan, sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional,” ujar Dhanny.

Program Pemberdayaan Masyarakat

Hingga Oktober 2026, Program Desa BRILiaN 1.000 HPK telah merevitalisasi dua posyandu, yaitu Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat dan Posyandu Lili di Dusun Purworejo. Program ini juga memberikan pelatihan kepada puluhan kader dari 13 posyandu. Selain itu, program ini menjangkau 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi melalui edukasi kesehatan kehamilan dan pemenuhan nutrisi, serta memantau pertumbuhan 141 balita untuk deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan. Dukungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga diberikan kepada 23 ibu hamil dan 24 balita yang mengalami masalah gizi.

Dalam acara peresmian yang merupakan bagian dari Program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Kebun Pangan Perempuan, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati (Titiek) Soeharto, mendorong pemanfaatan Posyandu Lili secara berkelanjutan dan penguatan peran kader sebagai penggerak layanan kesehatan berbasis masyarakat. Ia memberikan apresiasi kepada para kader posyandu, yang dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta memantau tumbuh kembang balita.

“Karena itu, saya menyambut baik program Desa Brilian 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Hargobinangun ini. Saya berharap Posyandu Lili semakin aktif melayani masyarakat dan dimanfaatkan secara rutin oleh para ibu untuk memantau tumbuh kembang anak,” kata Titiek.

Pentingnya Posyandu dalam Pelayanan Kesehatan

Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menilai bahwa Posyandu Lili memiliki peran strategis sebagai fasilitas yang dekat dengan masyarakat untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan memperluas akses edukasi bagi keluarga. “Posyandu memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat pemantauan pertumbuhan anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pola asuh, serta pencegahan masalah kesehatan lainnya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, BRI juga meresmikan Kebun Pangan Perempuan yang berbasis polibag, menyediakan sayuran segar tanpa pestisida kimia untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga dan penyediaan PMT berbahan pangan lokal. Kebun ini memberdayakan Kelompok Wanita Tani melalui pemanfaatan pekarangan serta pengolahan dan pemasaran hasil panen. Selain memberikan nilai ekonomi, Kebun Pangan Perempuan juga menjadi ruang pembelajaran komunitas mengenai pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Artikel Terkait