Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

--- K.H. Nusron Wahid Masuk Daftar Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 ---

--- K.H. Nusron Wahid telah resmi masuk dalam daftar lima besar calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode 2026-2031, dengan perolehan 207 suara. ---

Gyan Kusuma 31 August 2026 41 pembaca jpnn.com jpnn.com
Bursa Ketua Umum PBNU, Nusron Wahid Masuk 5 Besar
Bursa Ketua Umum PBNU, Nusron Wahid Masuk 5 Besar
---TITLEEXCERPT--- K.H. Nusron Wahid telah resmi masuk dalam daftar lima besar calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode 2026-2031, dengan perolehan 207 suara. ---CONTENT---

Nama K.H. Nusron Wahid kini menjadi salah satu dari lima besar calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031. Posisi kelima yang diperolehnya didasarkan pada hasil sidang tabulasi usulan calon, di mana Nusron mendapatkan 207 suara.

Dikabarkan bahwa Nusron telah memperoleh dukungan untuk maju dalam pemilihan dan memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia. Jika terpilih sebagai Ketua Umum PBNU, Nusron akan diizinkan untuk mengundurkan diri dari posisi sebagai menteri agar dapat fokus menjalankan tugas di PBNU.

Proses Pemilihan Calon Ketua Umum

Sebelumnya, Prof H Ganefri selaku pimpinan sidang pemilihan Ketua Umum PBNU menjelaskan bahwa tidak semua nama yang diusulkan oleh muktamirin otomatis dapat maju sebagai calon. Para calon harus memenuhi syarat yang diatur dalam Pasal 7 tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.

“Kami teliti dan tanyakan kepada yang bersangkutan, apakah persyaratan sesuai dengan Pasal 7 di tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU ini dipenuhi,” ungkap Ganefri.

Persyaratan Calon dan Rincian Suara

Ganefri menjelaskan bahwa terdapat lima persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh calon. Pertama, calon harus pernah menjabat sebagai fungsionaris pengurus harian PBNU, PWNU, PCNU, Ketua Badan Otonom NU, atau Ketua Lembaga di tingkat pusat. Berikut adalah rincian perolehan suara untuk lima nama usulan tertinggi calon Ketua Umum PBNU berdasarkan sidang tabulasi:

  • KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) — 472 suara
  • KH. Zulfa Mustofa (Kyai Zulfa) — 262 suara
  • KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam) — 261 suara
  • KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) — 258 suara
  • K.H. Nusron Wahid — 207 suara

Artikel Terkait