Update
Ekonomi

KNEKS Jalin Kerja Sama dengan Berbagai Perguruan Tinggi untuk Memperkuat Talenta Ekonomi Syariah

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berkolaborasi dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam untuk mengembangkan talenta di bidang ek...

Aruna Sasmita 09 October 2026 60 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
KNEKS mendorong penguatan talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
KNEKS mendorong penguatan talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) serta Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS) dalam rangka pengembangan talenta di sektor ekonomi dan keuangan syariah. Pembahasan mengenai kolaborasi ini dilakukan dalam rapat Program Pengembangan Talenta Ekonomi dan Keuangan Syariah Terintegrasi yang berlangsung di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada hari Selasa, 6 Oktober.

"Program tersebut diarahkan untuk menyelaraskan pengembangan talenta ekonomi dan keuangan syariah, tidak hanya dari sisi kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan, pengalaman praktis, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi," ungkap KNEKS dalam rilisnya pada Kamis, 8 Oktober.

Pentingnya Riset dan Kolaborasi di Perguruan Tinggi

Prof. Dr. Aurik Gustomo, yang menjabat sebagai Ketua AFEBI sekaligus Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kontribusinya melalui riset dan kolaborasi. Dia menambahkan bahwa KNEKS juga berupaya memperkuat branding talenta lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal di kalangan industri.

Sinergi untuk Memetakan Kebutuhan SDM

Beberapa kajian yang dilakukan KNEKS bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman industri mengenai kompetensi dan profil lulusan di bidang ekonomi syariah. "Karena itu, diperlukan sinergi perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, kementerian/lembaga, dan industri untuk memetakan kebutuhan sumber daya manusia serta memperjelas kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja," tegasnya.

Artikel Terkait