Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

--- Kondisi Manufaktur Indonesia Kembali Lesu, PMI Turun ke 49,8 ---

--- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor manufaktur di Indonesia mengalami kontraksi dengan Purchasing Managers' Index (PMI) mencapai 49,8. Meskipun demikian, stabilitas sektor keuanga...

Bima Candrakumara 09 September 2026 55 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
OJK mencatat aktivitas manufaktur di dalam negeri kembali mengalami kontraksi atau melemah pada level Purchasing Managers' Index (PMI) 49,8. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
OJK mencatat aktivitas manufaktur di dalam negeri kembali mengalami kontraksi atau melemah pada level Purchasing Managers' Index (PMI) 49,8. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
---TITLEEXCERPT--- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor manufaktur di Indonesia mengalami kontraksi dengan Purchasing Managers' Index (PMI) mencapai 49,8. Meskipun demikian, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga. ---CONTENT---

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa aktivitas di sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami penurunan, dengan Purchasing Managers' Index (PMI) tercatat di angka 49,8. Angka PMI di bawah 50 menandakan adanya kontraksi dalam aktivitas industri, sedangkan angka 50 menunjukkan kondisi stagnan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2026 yang dilaksanakan secara virtual pada hari Senin, 7 September 2026. Ia juga mencatat bahwa inflasi pada bulan Agustus 2026 berada di level 3,19 persen year-on-year.

Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga

Meskipun sektor manufaktur mengalami kontraksi, Friderica menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan tetap terjaga di tengah dinamika yang terjadi di tingkat global. Ia juga menginformasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 masih menunjukkan angka yang kuat, yaitu 5,29 persen year-on-year. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga yang tetap solid.

Risiko Geopolitik dan Inflasi Global

Friderica mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tingginya risiko geopolitik global yang dapat mempengaruhi ketahanan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa konflik yang berkepanjangan di Iran dan penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan gangguan pada jalur distribusi energi.

“Gangguan jalur distribusi energi tersebut menyebabkan volatilitas harga minyak dan komoditas, sehingga tekanan inflasi global tetap tinggi,” ungkap Friderica. Ia juga menambahkan bahwa faktor alam yang meluas, seperti fenomena El Nino yang berkepanjangan, turut memperburuk tekanan inflasi dengan menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Artikel Terkait