NUSA DUA, iNews.id - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi juga mengubah secara mendasar cara manusia berkomunikasi, mengonsumsi informasi, dan membangun kepercayaan terhadap media. Isu ini menjadi fokus utama pada The 3rd Mercu Buana International Conference on Communication Science (MICoCS) yang diadakan oleh Universitas Mercu Buana di Hotel Mercure, Nusa Dua, Bali, pada Senin (29/6/2026).
Konferensi internasional ini mengundang akademisi komunikasi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan China untuk mendiskusikan masa depan ilmu komunikasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan. Dr. Heri Budianto, M.Si., selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FIKOM Universitas Mercu Buana, menjelaskan bahwa tema konferensi yang berfokus pada transformasi komunikasi di era AI ini membahas sejumlah tantangan baru, termasuk perubahan perilaku audiens, perkembangan industri media digital, komunikasi antarbudaya, serta pentingnya inklusi digital.
Pentingnya Autentisitas dan Literasi Digital
Dalam sambutannya, Ketua MICoCS 2026, Assoc. Prof. Dr. Afdal Makkuraga Putra, M.Si., menekankan bahwa keberhasilan komunikasi di masa depan tidak hanya bergantung pada teknologi yang canggih. "Autentisitas, transparansi algoritma, hubungan emosional dengan audiens, serta penguatan literasi digital menjadi faktor yang menentukan terciptanya ekosistem komunikasi yang sehat, inklusif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat," ungkap Afdal.
Dampak Algoritma AI terhadap Konsumsi Berita
Salah satu pembicara dalam konferensi ini, Dr. Ayesha Ashfaq dari University of the Punjab, Pakistan, membahas dampak algoritma AI terhadap pola konsumsi berita masyarakat. Ia menyatakan bahwa sistem rekomendasi berbasis AI kini berperan signifikan dalam menentukan informasi yang diterima oleh pengguna melalui media sosial dan platform digital.