Update
News

Konvoi Remaja di Jember Resahkan Warga

Nasywa Fattari 14 October 2026 61 pembaca
Konvoi puluhan remaja di Jalan Tawangmangu, Jember, meresahkan warga. (Foto: Tangkapan layar video warga).
Konvoi puluhan remaja di Jalan Tawangmangu, Jember, meresahkan warga. (Foto: Tangkapan layar video warga).

Aksi Teror Malam Hari dan Kepanikan Warga

Aksi konvoi puluhan remaja di kawasan Jalan Tawangmangu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memicu keresahan dan ketakutan warga setempat. Selain menggeber knalpot sepeda motor bersuara bising di tengah waktu istirahat malam warga, gerombolan remaja tersebut nekat merangsek masuk ke area permukiman sambil membawa berbagai benda tumpul seperti bambu, selang, dan batu.

Tak hanya mengganggu ketenteraman, aksi ugal-ugalan tersebut berujung pada dugaan perusakan sejumlah pagar rumah milik warga. Situasi mencekam itu sempat terekam dalam video amatir yang memperlihatkan seorang ibu rumah tangga berteriak histeris meminta pertolongan polisi sembari merekam kejadian menggunakan kamera ponsel miliknya.


Puluhan Remaja Diringkus Polisi

Merespons laporan warga yang ketakutan, jajaran kepolisian segera bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Petugas berhasil mengamankan puluhan remaja yang terlibat dalam aksi konvoi anarkistis tersebut.

Kasat Samapta Polres Jember, AKP Heru Siswanto, membenarkan adanya penindakan terhadap gerombolan pemuda tersebut setelah menerima aduan dari masyarakat sekitar.

"Sekumpulan anak-anak muda yang konvoi dan ada beberapa warga yang merasa terganggu dan ketakutan akhirnya menghubungi kami," kata AKP Heru Siswanto.


Penyerahan ke Satreskrim dan Pendalaman Motif

Setelah diamankan oleh jajaran Samapta, para remaja tersebut langsung diserahkan kepada Satreskrim Polres Jember guna menjalani pemeriksaan intensif. Polisi saat ini tengah mendalami motif di balik konvoi berbekal benda berbahaya tersebut, termasuk mengusut dugaan tindak pidana perusakan pagar rumah warga.

Masyarakat setempat berharap aparat kepolisian memproses hukum kejadian ini secara tegas agar memberikan efek jera, mencegah aksi serupa terulang kembali, serta menjaga stabilitas keamanan lingkungan di Kabupaten Jember.

Artikel Terkait