Jakarta, CNN Indonesia -- Danantara, Chief Operating Officer BPI dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria, menyatakan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dapat menghemat anggaran subsidi negara hingga Rp150 triliun setiap tahunnya. Dony menjelaskan bahwa penghematan tersebut dapat terjadi berkat penerapan sistem data tunggal yang memastikan penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
Fungsi Utama Koperasi Desa Merah Putih
Ia menekankan bahwa Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai koperasi biasa, melainkan juga sebagai pusat distribusi utama di tingkat desa. Pemerintah berupaya memastikan bahwa barang-barang subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima melalui integrasi sistem online yang sedang dikembangkan Danantara bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi.
"Tadi kita berdiskusi, kita sedang membuat tim, antara tim saya, dan tim Pak Purbaya, dan tim Menteri Koperasi membangun nanti online system, yang berdasarkan kepada basis siapa yang berhak untuk menerima subsidi," ujar Dony saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Pengendalian Inflasi dan Inklusi Keuangan
Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa Kopdes Merah Putih juga akan berperan sebagai alat pengendali inflasi di daerah. Dengan jaringan distribusi yang meliputi seluruh desa, pemerintah akan lebih mudah melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga bahan pokok di pasar lokal.
Kopdes Merah Putih juga dirancang untuk meningkatkan inklusi keuangan di kalangan masyarakat pedesaan. Dony menjelaskan bahwa koperasi ini akan terintegrasi sebagai agen layanan keuangan seperti BRILink, yang memudahkan penarikan dan setoran tunai, serta menyediakan layanan pinjaman PNM Mekaar dengan bunga sebesar 8 persen.
"Kopdes ini akan menjadi agennya BRILink, di mana masyarakat desa bisa mengambil penarikan dan setoran uang. Yang kedua, kita ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PNM nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa dalam rangka apa? Menyalurkan kredit. Untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak yang kena rentenir dan sebagainya. Nanti dengan bunga ada 8 persen," jelas Dony.