Ahmad Doli Kurnia, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya mempertanyakan pidato Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat perayaan Hari Ulang Tahun Partai Demokrat. Dia menyatakan, “Menurut saya satu momentumnya mungkin kurang tepat berbicara kekuasaan 2029. Terakhir bagi saya itu 2029. 2029 ini jangan dulu lah,” yang diambil dari Instagram Rhenald Kasali pada tanggal 15 September 2026.
Lebih lanjut, Doli menekankan bahwa AHY adalah bagian dari kabinet Merah Putih dan saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dia berpendapat bahwa seharusnya AHY tidak hanya memaparkan kesulitan yang dihadapi rakyat, tetapi lebih fokus pada solusi untuk mengatasi masalah tersebut. “AHY sekarang posisinya Menko di pemerintahan. Jadi kalau melihat rakyatnya sudah, ya jangan diomongim, waduh rakyat ini susah. Bagaimana caranya, harusnya dia nggak usah ngomong,” ujarnya.
Diskusi dengan Presiden Prabowo
Doli juga menambahkan bahwa jika ada hal yang ingin disampaikan, seharusnya AHY berbicara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. “Ya bicara, selesaikan masalahnya dong. Masalah rakyat ini. Tidak usah sampaikan ke publik. Ya ngomong aja dengan Pak Prabowo,” jelasnya. Selain itu, dia mencatat bahwa pidato AHY berlangsung bersamaan dengan erupsi gunung berapi, yang membuat situasi rakyat semakin sulit. “Rakyat kita lagi sudah, terbang aja susah. Mendarat engak bisa segala macam. Tiba-tiba ngomong Pemilu 2029,” tuturnya.
Magnet Pemilu 2029
Di sisi lain, Doli mengakui bahwa pembicaraan mengenai tahun 2029 tampaknya tidak bisa dihindari lagi. “Tapi menurut saya, akhirnya saya melihat kalau memang semuanya sudah bicara itu, yaudahlah. Ternyata rupanya magnet 2029 ini sudah tak terhindarkan lagi,” pungkasnya. Sebelumnya, Doli juga mengkritik pidato AHY, di mana dia sepakat dengan pernyataan AHY tentang pentingnya menjaga pertumbuhan demokrasi, tetapi merasa bahwa AHY seolah memberikan sinyal bahwa dia bersiap untuk menjadi salah satu calon dalam pemilihan presiden mendatang. “Seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” ungkapnya.
Menurut Doli, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan besar. “Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah,” ujarnya. Ia juga menyarankan agar AHY mengambil tanggung jawab atas masalah yang ada, mengingat posisinya dalam pemerintahan. “Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi,” tutupnya.