Update
Ekonomi

Penurunan Harga Minyak Global Dipicu Kenaikan Stok AS

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Rabu (16/9) akibat peningkatan stok minyak mentah di Amerika Serikat, meskipun ada risiko pasokan akibat penghentian pemuatan minyak di Arab Saudi.

Gyan Kusuma 16 September 2026 5 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Harga minyak dunia akhirnya turun ke US$107 pada perdagangan Rabu (16/9) setelah stok minyak mentah AS secara tak terduga meningkat. (Dok. AKR Corporindo)
Harga minyak dunia akhirnya turun ke US$107 pada perdagangan Rabu (16/9) setelah stok minyak mentah AS secara tak terduga meningkat. (Dok. AKR Corporindo)

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 16 September, setelah terjadi peningkatan yang tak terduga pada stok minyak mentah di Amerika Serikat. Penurunan harga ini diwarnai oleh kekhawatiran mengenai pasokan, setelah Arab Saudi menghentikan sementara pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu.

Pemberhentian pemuatan tersebut terjadi setelah serangan terhadap pipa minyak East-West yang mengarah ke Laut Merah, yang merupakan jalur alternatif pengiriman minyak selain Selat Hormuz. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 93 sen atau 0,86 persen menjadi US$107,82 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 97 sen atau 0,92 persen menjadi US$104,86 per barel.

Kenaikan Stok Minyak AS

Kemarin, kedua harga acuan minyak tersebut ditutup dengan kenaikan lebih dari US$3 per barel, mencapai level tertinggi sejak 19 Mei. Menurut data dari American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah, bensin, dan produk sulingan di AS meningkat secara keseluruhan pada pekan lalu. Stok minyak mentah AS mengalami kenaikan sebesar 7,1 juta barel per 11 September, berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 1,6 juta barel.

Kenaikan stok bensin dan diesel yang tidak terduga juga turut memberikan tekanan pada harga minyak. Meskipun demikian, Haitong Futures menyatakan bahwa peningkatan stok di beberapa area tidak mengubah kondisi dasar pasar minyak mentah global yang masih ketat.

Risiko Pasokan Minyak

Kenaikan harga minyak mentah yang mencapai US$3 per barel sebelumnya dipicu oleh kekhawatiran mengenai pasokan setelah penghentian pemuatan di Yanbu dan potensi pemangkasan pengiriman minyak Arab Saudi ke Eropa. Menurut sumber dari Reuters, aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu dihentikan setelah penutupan pipa East-West, yang digunakan Arab Saudi untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari, atau sekitar 4 persen dari pasokan minyak global, ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Menteri Energi AS menyatakan bahwa aliran minyak melalui pipa East-West yang sangat penting bagi Arab Saudi diperkirakan dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan. Namun, beberapa sumber dari Reuters memberikan estimasi yang berbeda mengenai berapa lama pipa tersebut akan berhenti beroperasi. Salah satu sumber memperkirakan bahwa perbaikan akan memakan waktu 5-6 pekan, sementara sumber lainnya menyatakan bahwa pemompaan sebagian dapat dilakukan lebih cepat sambil proses perbaikan berlangsung.

Artikel Terkait