Update
Politik

Kritik Terhadap Usulan Anies Masuk Kabinet Prabowo oleh Faizal Assegaf

Faizal Assegaf mengecam usulan Syahganda Nainggolan agar Anies Baswedan bergabung dalam kabinet Prabowo Subianto, menilai narasi tersebut tidak tepat dan berpotensi merugikan.

Rimba Amarta 12 October 2026 58 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Faizal Assegaf
Faizal Assegaf

Aktivis senior Faizal Assegaf memberikan kritik tajam terhadap pernyataan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, yang mengusulkan Anies Baswedan untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Faizal berpendapat bahwa gagasan tersebut tidak hanya kurang tepat, tetapi juga menciptakan kesan negatif terhadap tokoh-tokoh di luar pemerintahan.

Menurut Faizal, alih-alih mendorong Anies untuk mengejar posisi menteri, publik lebih berharap agar Presiden Prabowo mengambil inisiatif untuk membuka komunikasi secara langsung dan setara. "Narasi Bakom melempar isu agar pak @aniesbaswedan masuk kabinet, jelas tak elok. Seolah semua pihak yang bersikap kritis gila jabatan," tulis Faizal di akun X pribadinya pada Senin (12/10/2026).

Kritik Terhadap Usulan Syahganda

Faizal menegaskan bahwa dialog antar tokoh bangsa lebih penting untuk menciptakan iklim politik yang sehat dibandingkan sekadar pembagian posisi di kabinet. "Yang ditunggu publik jiwa besar Prabowo untuk mampir ke pak Anies. Saling silaturahim & mendengar masukan demi kepentingan rakyat," tambahnya. Kritik ini muncul sebagai respon terhadap pernyataan Syahganda yang mendorong Anies untuk mengisi posisi Menteri Pendidikan di bawah kepemimpinan Prabowo.

Pentingnya Rekonsiliasi dalam Politik

Syahganda Nainggolan berpendapat bahwa rivalitas politik yang muncul dalam Pilpres 2024 seharusnya disingkirkan demi kepentingan nasional yang lebih besar. “Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok,” ujar Syahganda dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Total Politik pada Minggu (11/10/2026). Ia juga mengingatkan Anies agar tidak merasa ragu jika kesempatan tersebut ditawarkan oleh Istana, merujuk pada dukungan politik Prabowo kepada Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga,” ungkapnya. Sebagai perbandingan, Syahganda mengingatkan langkah rekonsiliasi yang diambil Prabowo ketika menjadi Menteri Pertahanan di era Presiden Joko Widodo setelah bersaing ketat dalam dua pemilu.

Selain itu, Syahganda juga menyarankan agar Presiden Prabowo tidak ragu untuk merangkul tokoh-tokoh potensial lainnya dari luar koalisi, seperti Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, untuk memperkuat kabinet. “Jangan selalu bicara the winner takes all, merasa paling berkeringat lalu yang lain tidak,” tegas Syahganda. Ia menekankan bahwa keberadaan figur-figur berpengalaman sangat penting untuk memastikan program-program kerja prioritas bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Artikel Terkait