Dedek Prayudi, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), mengungkapkan bahwa sambutan hangat dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkaitan erat dengan berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan selama dua periode kepemimpinannya. Pernyataan ini disampaikan oleh Dedek sebagai tanggapan atas kritik yang dilontarkan oleh beberapa politikus dari PDI Perjuangan (PDIP), yang menganggap kunjungan Jokowi ke berbagai daerah sebagai upaya untuk mempertahankan pengaruh politiknya.
Menurut Dedek, antusiasme masyarakat NTT tidak muncul begitu saja tanpa alasan yang jelas. Ia menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan warga di daerah tersebut. "Salah satu yang paling terlihat adalah peningkatan rasio elektrifikasi. Semasa menjabat sebagai presiden, Pak Jokowi berhasil menghadirkan listrik hingga ke rumah-rumah di pedalaman NTT," jelasnya.
Peningkatan Rasio Elektrifikasi dan Infrastruktur
Dedek menjelaskan bahwa rasio elektrifikasi di NTT meningkat dari sekitar 58 persen sebelum Jokowi menjabat menjadi 96 persen pada akhir masa pemerintahannya. Selain itu, ia juga menyoroti pembangunan dan perbaikan 27 ruas jalan dengan total panjang sekitar 217 kilometer yang tersebar di 20 kabupaten/kota di NTT. Dedek menambahkan bahwa pemerintah juga telah membangun pos lintas batas negara di Wini, Motain, dan Motamasin, serta mengembangkan kawasan pariwisata super prioritas di Labuan Bajo.
Dengan berbagai capaian tersebut, Dedek berpendapat bahwa tidaklah mengherankan jika masyarakat NTT terus memberikan sambutan hangat kepada Jokowi setiap kali ia berkunjung ke daerah tersebut. "Mungkin ini bisa menjelaskan kenapa rakyat NTT begitu cinta pada Pak Jokowi," tuturnya.
Suasana Kunjungan dan Pesan untuk PSI
Dedek juga menggambarkan suasana saat Jokowi menghadiri kegiatan Car Free Day di Kupang, di mana ribuan warga berkumpul dan berusaha menyapa mantan presiden tersebut. Ia mencatat bahwa antusiasme warga terlihat dari banyaknya orang yang rela berdesakan, termasuk anak-anak dan orang tua, untuk bertemu dan bersalaman dengan Jokowi. Selain menghadiri Car Free Day, Jokowi juga berpartisipasi dalam karnaval budaya di Kupang, di mana ia menerima gelar kehormatan adat Raja Timur dari masyarakat setempat.
Pada hari terakhir kunjungannya, Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI NTT. Dalam forum tersebut, Dedek menyampaikan bahwa Jokowi mendorong PSI untuk menetapkan target politik yang lebih ambisius dalam pemilu mendatang, tidak hanya sekadar lolos ke DPR. "Pak Jokowi mengatakan dengan gamblang bahwa target PSI nggak lagi sesederhana lolos ke Senayan, tapi jauh lebih besar dari itu. Jauh lebih besar dari itu. Ini, ini yang bikin partai nyinyir jadi makin nyinyir," ungkapnya.
Dedek menilai bahwa pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan munculnya kritik dari sejumlah politikus PDIP. Ia mengutip pernyataan Anggota Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira yang sebelumnya menilai safari politik Jokowi menunjukkan keinginan untuk mempertahankan pengaruh politik. Dedek menegaskan bahwa pandangannya mewakili pihak PSI, sementara kritik terhadap kunjungan Jokowi telah disampaikan oleh beberapa politikus PDIP dengan penilaian yang berbeda. "Anggota Fraksi PDIP Bang Andreas Hugo Parera bilang, Pak Jokowi mengalami gejala orang yang masih merasa punya kuasa dengan bersafari ke beberapa daerah," tutupnya.