Update
Ekonomi

Kunjungan Presiden Uni Eropa ke Indonesia Diharapkan Terwujud Akhir Tahun Ini

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana kunjungan pemimpin Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026, terkait dengan perjanjian IEU-CEP...

Lare Ayu 23 September 2026 54 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. (CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pemimpin Uni Eropa akan mengunjungi Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026. Kunjungan ini berkaitan dengan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Airlangga menyatakan, "Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November," saat memberikan penjelasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 22 September.

Proses Ratifikasi IEU-CEPA

Airlangga menargetkan agar proses ratifikasi perjanjian ini dapat berlangsung pada semester kedua tahun 2026, sehingga diharapkan perjanjian tersebut dapat mulai diterapkan pada awal tahun 2027. Saat ini, IEU-CEPA sedang dalam tahap penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris yang akan diajukan ke Parlemen Eropa untuk proses lebih lanjut.

Dia menjelaskan, "IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi."

Sejarah dan Manfaat Kesepakatan

Pada 22 Agustus 2026, IEU-CEPA telah memasuki tahap akhir menjelang penandatanganan dan ratifikasi. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Perjanjian dagang ini disepakati pada bulan Juli 2025 saat kunjungan Prabowo Subianto ke Brussel, Belgia. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Prabowo dan Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, di kantor Uni Eropa di Gedung Berlaymont pada Minggu, 13 Juli.

Prabowo menyatakan, "Setelah 10 tahun negosiasi, kita telah menyepakati untuk memiliki Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas," dan menekankan bahwa perjanjian ini akan membawa keuntungan bagi perekonomian kedua belah pihak.

Dia juga menegaskan pentingnya kemitraan dengan Uni Eropa, yang dianggap memiliki kontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi dan geopolitik global. Di sisi lain, Ursula von der Leyen menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah besar dalam memperkuat kemitraan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa.

Artikel Terkait