Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Teknologi

Lima Jenis Modus Kejahatan Keuangan Digital yang Harus Diwaspadai

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap lima modus kejahatan keuangan digital yang dapat mengancam data pribadi dan informasi perbankan. Pengetahuan mengenai modus ini penting untuk mencegah p...

Eko Prasetyo 10 August 2026 61 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA - Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap lima jenis modus kejahatan keuangan digital yang berpotensi mengincar data pribadi serta informasi kartu perbankan. Modus-modus tersebut mencakup phishing, sniffing, card tapping, skimming, dan Wi-Fi eavesdropping.

Pernyataan ini disampaikan oleh Enriche Putera Utama dari Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK dalam sesi edukasi mengenai kejahatan keuangan digital. Berbagai modus yang ada memanfaatkan kemajuan teknologi dan kelalaian masyarakat untuk memperoleh informasi yang bisa disalahgunakan.

"Berbagai modus tersebut menunjukkan pelaku kejahatan dapat memanfaatkan celah teknologi maupun kondisi korban. Masyarakat perlu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan, serta lebih berhati-hati saat melakukan transaksi keuangan digital," ujarnya dalam acara Literasi dan Edukasi Keuangan yang diselenggarakan oleh Toyota Astra Financial Services (TAF) di GIIAS 2026.

Modus-modus Kejahatan yang Perlu Diketahui

Berikut adalah lima modus kejahatan keuangan digital yang harus diketahui oleh masyarakat:

1. Phishing

Phishing adalah metode penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai pihak yang terpercaya melalui email atau pesan. Pelaku berusaha untuk mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif. Pesan yang dikirim oleh pelaku biasanya dirancang agar menyerupai komunikasi resmi dari institusi tertentu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat menerima pesan yang meminta informasi pribadi atau data penting.

2. Sniffing

Sniffing merupakan teknik yang digunakan untuk mencuri data dengan memantau lalu lintas jaringan. Pelaku dapat menggunakan perangkat lunak tertentu untuk menangkap informasi yang dikirimkan melalui jaringan yang tidak aman.

3. Card Tapping

Card tapping adalah metode di mana pelaku menggunakan perangkat untuk membaca informasi yang terdapat pada kartu kredit atau debit tanpa sepengetahuan pemiliknya. Hal ini sering terjadi di tempat-tempat umum yang ramai.

4. Skimming

Skimming adalah proses pencurian data kartu dengan menggunakan alat khusus yang dipasang pada mesin ATM atau terminal pembayaran. Pelaku dapat mengambil informasi kartu dan menggunakannya untuk transaksi ilegal.

5. Wi-Fi Eavesdropping

Wi-Fi eavesdropping terjadi ketika pelaku memantau koneksi Wi-Fi publik untuk mencuri data pribadi. Pengguna yang terhubung ke jaringan Wi-Fi publik tanpa perlindungan dapat menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan.

Dengan memahami berbagai modus kejahatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melindungi diri dari potensi penipuan yang dapat merugikan.

Artikel Terkait