Update
Ekonomi

Luky Alfirman Kembali Menjabat sebagai Wamenkeu Setelah Dicopot Sebelumnya

Luky Alfirman dilantik kembali sebagai Wakil Menteri Keuangan setelah sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di...

Karim Abinaya 03 October 2026 50 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Wamenkeu Luky Alfirman pernah dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu oleh eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 lalu. (ANTARA FOTO/ERLANGGA BREGAS PRAKOSO)
Wamenkeu Luky Alfirman pernah dicopot dari jabatannya sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu oleh eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 lalu. (ANTARA FOTO/ERLANGGA BREGAS PRAKOSO)

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman kembali memasuki jajaran strategis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober. Sebelumnya, Luky pernah dicopot dari posisinya sebagai Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026.

Pelantikan dan Perasaan Campur Aduk

Pelantikan Luky dan Nurkholisoh Ibnu Amman sebagai Wamenkeu baru dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029. Setelah dilantik, Luky mengungkapkan perasaannya yang campur aduk, mengingat ia sempat menjalani masa 'hibernasi' beberapa bulan setelah dicopot dari posisinya yang lama. "Kalau ditanya perasaan, saya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya, berat yang pasti ya, Pak Menteri. Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri," ujarnya di Kantor Kemenkeu.

Fokus Utama di Kemenkeu

Dalam kesempatan tersebut, Luky meminta dukungan dari seluruh jajaran Kemenkeu untuk mengejar ketertinggalan setelah kembali menjalankan tugasnya. Ia menyatakan bahwa dirinya dan Nurkholisoh tidak memiliki program khusus secara mandiri, mengingat posisi mereka adalah sebagai pembantu Presiden dan Menteri Keuangan. Namun, Luky menekankan ada tiga fokus utama yang akan dikerjakan bersama tim di Kemenkeu dalam waktu dekat. "Satu, bagaimana kita menjalani, menyelesaikan APBN 2026. Enggak kerasa sudah tanggal 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Yang kedua, bagaimana juga mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Terakhir, bagaimana kita melakukan konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, transformasi," jelasnya.

Luky Alfirman telah berkarier di Kemenkeu sejak tahun 1995 dan telah menjabat di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, serta Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi di Direktorat Jenderal Pajak. Pada tahun 2011, ia diangkat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro di Badan Kebijakan Fiskal.

Karier Luky berlanjut ketika ia menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kemenkeu pada tahun 2015, Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada tahun 2017, serta Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada tahun yang sama. Ia kemudian menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada tahun 2022 hingga akhirnya dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada 23 Mei 2025. Selain itu, Luky juga merupakan Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel Terkait