Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Masih Banyak Warga Jawa Barat Tanpa Akses Listrik, Dedi Mulyadi Soroti Masalah Infrastruktur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa masih terdapat 500 ribu warga di provinsi tersebut yang belum menikmati layanan listrik, meskipun Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Ia jug...

Dewa Raka 17 August 2026 55 pembaca jpnn.com jpnn.com
81 Tahun Indonesia Merdeka, Dedi Mulyadi Ungkap 500 Ribu Warga Jabar Tanpa Listrik
81 Tahun Indonesia Merdeka, Dedi Mulyadi Ungkap 500 Ribu Warga Jabar Tanpa Listrik

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah tantangan yang belum teratasi di provinsi tersebut, meskipun Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Dedi menyoroti masalah utama, yaitu layanan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi bagi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 500 ribu warga di Jawa Barat tidak memiliki akses listrik. Menurutnya, provinsi ini merupakan salah satu penghasil listrik terbesar di Indonesia. "PLTA ada di sini, geotermal ada di sini, bahkan di Cirata sekarang ada PLTS. Nah, pembangunan selama ini sering kali mengabaikan daerah-daerah yang menjadi sumber produksi. Sehingga daerah sumber produksi itu sering mengalami penderitaan," ujarnya saat ditemui setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (17/8/2026).

Infrastruktur yang Masih Kurang Memadai

Selain masalah listrik, Dedi juga menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat, seperti Garut, Sukabumi, dan Cianjur, yang masih belum memadai. "Kan, masih banyak daerah yang menuju jalan besar saja harus melewati daerah yang berliku-liku, ya," tambahnya.

Perilaku Feodal dan Upaya Perubahan

Dedi juga mengangkat isu mengenai perbudakan modern dan perilaku feodal yang masih terjadi saat ini. Ia mengamati bahwa ada penyelenggara negara yang hidup dalam kemewahan, sementara masyarakatnya masih menderita. "Sifat perilaku ini bisa terjadi kepada kami penyelenggara negara hari ini. Gitu loh. Uangnya dihabisin di ruang rapat, habis puluhan juta, makannya Rp 300 ribu. Rakyatnya tidak diurus, pemimpinnya tidak bisa berbuat apapun bagi masyarakatnya. Rencananya banyak, tapi karya yang dibuat oleh masyarakatnya tidak ada," ungkapnya.

Dedi berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai masalah ini dalam dua tahun ke depan. Ia berencana untuk memastikan bahwa daerah penghasil tambang atau listrik dapat menjadi daerah yang makmur bagi warganya. "Sekarang sudah saya buatkan dulu tahap pertama itu Kepgub (Keputusan Gubernur). Jadi di Kepgub itu nanti diatur, misalnya di APBD 2027 Kabupaten A ini kan dapat bagi hasil tambang paling tinggi tuh, terutama galian C kalau kita kan. Itu nanti akan kita arahkan uang tambang itu nanti di desa itu bangun ini, bangun ini, bangun ini," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi untuk melakukan perbaikan dan tidak terjebak dalam atribut yang berlebihan. "Makanya saya kan tidak mengutamakan atributik. Saya misalnya tidak terlalu meletakkan baju-baju dinas, tanda pangkat, segala macam. Karena itu akan menjauhkan kita dari layanan publik. Pakai baju biasa aja," tutupnya.

Artikel Terkait