Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Program Renovasi 21 Ribu Rumah Layak Huni di Papua

Mendagri Tito Karnavian memuji langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang merenovasi 21.000 rumah di Papua untuk meningkatkan kualitas hunian.

Kalula Putri 16 April 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Program Renovasi 21 Ribu Rumah Layak Huni di Papua
liputan6.com

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berencana merenovasi sebanyak 21.000 rumah di Tanah Papua. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan hunian yang tidak layak yang masih tinggi di wilayah tersebut.


Dalam sebuah pernyataan, Tito menyebutkan, "Program ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua, yang selama ini menghadapi tantangan dalam menyediakan tempat tinggal yang layak." Dengan adanya program ini, diharapkan bisa mengurangi angka hunian tidak layak yang cukup signifikan di Papua.


Kementerian PUPR mencatat bahwa masih banyak penduduk di Papua yang tinggal di rumah-rumah yang tidak memenuhi syarat keselamatan dan kesehatan. Renovasi 21.000 rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui lingkungan yang lebih baik.


Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan hunian yang sehat bagi semua kalangan, terutama di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian. "Dengan adanya fasilitas tempat tinggal yang layak, kami yakin masyarakat bisa beraktivitas lebih baik dan produktif," tambahnya.


Permasalahan hunian tidak layak di Papua bukan hal baru. Data menunjukkan bahwa sejumlah besar penduduk, terutama di daerah terpencil, masih tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pengamatan di lapangan menunjukkan banyak rumah yang dibangun dari bahan-bahan sementara yang tidak sesuai dengan standar keamanan.


Warga setempat menyambut baik inisiatif ini. Salah seorang warga, Andi, mengatakan, "Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Dengan program ini, kami berharap dapat memiliki rumah yang lebih nyaman dan aman untuk keluarga." Ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat yang selama ini tertinggal dalam hal akses terhadap hunian yang layak.


Dalam implementasinya, Kementerian PUPR menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat setempat dalam proses renovasi. Melalui pelibatan warga, diharapkan tidak hanya perbaikan fisik yang tercapai, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan hunian.


Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperhatikan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk Papua. Program renovasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari banyak program lainnya yang akan diluncurkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut.


Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan jangka panjang akan terlihat perbaikan yang signifikan dalam kualitas hunian serta kesejahteraan masyarakat Papua. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi masalah serupa.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait