Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Mendagri Tito: Program Perumahan Rakyat Dapat Tingkatkan Ekonomi Daerah

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa program perumahan rakyat tidak hanya memberikan hunian yang layak, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di daerah.

Bima Candrakumara 22 June 2026 39 pembaca liputan6.com liputan6.com
Mendagri Tito Karnavian saat menghadiri acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (22/6/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist)
Mendagri Tito Karnavian saat menghadiri acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (22/6/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa optimalisasi program perumahan rakyat memiliki peran penting tidak hanya dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Program ini diharapkan dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perbankan, pengembang perumahan, hingga toko material bangunan, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Dan ini kalau seandainya perumahan ini bisa ditangani dengan baik, diselesaikan masalahnya, di samping menyelesaikan masalah kemiskinan dan kemudian kesulitan masyarakat, ini akan menimbulkan ekosistem ekonomi yang berputar,” ujar Mendagri saat menghadiri acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, pada Senin (22/6/2026).

Tantangan Perumahan di Indonesia

Mendagri menjelaskan bahwa masalah perumahan di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama karena terdapat kesenjangan antara kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian yang layak. Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mempercepat penyelesaian masalah tersebut.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) sangat penting, terutama di kawasan Indonesia Timur, untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), cakupan program perumahan akan sangat terbatas.

Dukungan Pemda dan Kemudahan Perizinan

Oleh karena itu, Mendagri mengajak Pemda untuk mendukung program perumahan dengan mempercepat dan mempermudah proses perizinan, salah satunya dengan mengoptimalkan Mal Pelayanan Publik (MPP). Ia juga mendorong daerah untuk membebaskan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Supaya tadi, developer-nya semangat untuk membangun perumahan. Dapat KUR juga, Kredit Usaha Rakyat,” jelas Mendagri.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri menyayangkan bahwa masih banyak daerah di Tanah Papua yang belum menerbitkan PBG bagi MBR. Menurutnya, hal ini berdampak pada kurangnya akses masyarakat terhadap hunian yang layak. Selain itu, jumlah MPP di wilayah Papua juga masih tergolong sedikit.

Untuk itu, Mendagri menyarankan agar daerah yang belum memiliki MPP mempelajari praktik baik yang diterapkan oleh Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar dalam pengelolaan layanan publik terpadu. “Di sana ada polisi buat ngurus SIM, paspor, imigrasi, semua enggak ada yang pakai seragam. Semuanya berpakaian seperti biasa [namun hasilnya lebih cepat dan maksimal],” tandas Mendagri.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Artikel Terkait