Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Mendikdasmen Dorong Inovasi dan Pembelajaran bagi Guru Menjelang MPLS SNT

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan dukungan kepada kepala sekolah dan tenaga pendamping pembelajaran SNT menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan...

Lare Ayu 08 August 2026 50 pembaca jpnn.com jpnn.com
Menjelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Guru Banyak Belajar
Menjelang MPLS Perdana SNT, Mendikdasmen Minta Guru Banyak Belajar

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang dijadwalkan pada 10 Agustus 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan tenaga pendamping pembelajaran (TPP) SNT. Dukungan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan budaya pendidikan yang baik sejak hari pertama.

Mu’ti menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan TPP dalam memastikan keberhasilan penyelenggaraan SNT. Mereka diharapkan dapat menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas, menciptakan suasana sekolah yang aman dan menyenangkan, serta mendampingi setiap siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal. “Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya di Kabupaten Tangerang, pada Jumat (7/8).

Pentingnya Kualitas Pendidik

Menurut Mendikdasmen, keberhasilan SNT sangat bergantung pada kualitas kepala sekolah dan pendidik yang terlibat. Oleh karena itu, para pendidik diharapkan tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga terus meningkatkan kapasitas diri mereka agar dapat menjadi pembimbing dan sumber inspirasi bagi siswa. “Guru harus terus belajar. Guru mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” ungkapnya.

Inovasi dalam Pengembangan SNT

Mu’ti juga mendorong kepala sekolah dan TPP untuk memanfaatkan ruang inovasi yang ada dalam pengembangan SNT. Sebagai satuan pendidikan yang baru berkembang, SNT diharapkan mampu mengadopsi berbagai praktik pembelajaran terbaik dengan mempelajari pengalaman dari sekolah-sekolah berkinerja baik, baik di dalam maupun luar negeri. Praktik-praktik baik tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi untuk membangun budaya mutu, tanpa menghilangkan ruang bagi kepala sekolah dan pendidik untuk berinovasi sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakter masing-masing sekolah.

Penguatan menjelang MPLS ini juga menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa hari-hari pertama siswa di SNT menjadi pengalaman yang positif. Kepala sekolah dan TPP memiliki peran krusial dalam mengenalkan lingkungan sekolah, menumbuhkan rasa memiliki, membangun interaksi yang sehat antara warga sekolah, serta menanamkan budaya belajar, disiplin, kolaborasi, dan semangat berprestasi sejak awal.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menambahkan bahwa para kepala sekolah dan TPP telah melalui proses seleksi dan pembekalan yang ketat untuk mempersiapkan mereka dalam menjalankan tugas ini. Proses seleksi kepala SNT dilakukan secara kompetitif, di mana sekitar delapan ribu kepala sekolah mengikuti tahapan seleksi hingga terpilih yang akan memimpin SNT. Sementara itu, TPP yang ditugaskan di SNT dipilih dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memenuhi syarat.

Selama pembekalan, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan tentang kepemimpinan dan pembelajaran, tetapi juga melakukan koordinasi dengan UPT Kemendikdasmen terkait kesiapan penyelenggaraan pendidikan di lokasi masing-masing. Koordinasi ini mencakup kesiapan ruang kelas, laboratorium, dan berbagai fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk mendukung kegiatan siswa.

Gogot berharap kepala sekolah dan TPP dapat menjadi motor utama dalam pengembangan SNT dan memastikan semangat pendidikan berkualitas terasa sejak siswa pertama kali memasuki sekolah. “Semoga kegiatan ini menjadikan kepala sekolah dan TPP menjadi penggerak utama pengembangan SNT. Kehadiran SNT juga diharapkan mampu menjadi pusat keunggulan pendidikan, katalisator pemerataan mutu, serta model penerapan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics, and Sport (STEMS), Pembelajaran Mendalam, dan Digitalisasi Pembelajaran,” tutupnya.

Artikel Terkait