JAKARTA - Menggunakan handphone (HP) saat berkendara dapat memicu rasa mual dan pusing pada beberapa individu, terutama ketika melakukan perjalanan jarak jauh. Fenomena ini berhubungan dengan cara otak memproses informasi gerakan yang diterima dari mata dan telinga bagian dalam.
Dokter dan influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa mabuk perjalanan atau kinetosis terjadi ketika otak menerima informasi yang tidak konsisten dari berbagai sistem tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, mual, hingga pusing selama perjalanan.
Proses Deteksi Gerakan oleh Telinga
Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram-nya, dr Cecep menyatakan bahwa telinga bagian dalam berfungsi untuk mendeteksi gerakan dan guncangan kendaraan melalui sistem vestibular yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan tubuh. Namun, saat seseorang fokus pada layar HP, mata lebih banyak melihat objek yang relatif diam meskipun kendaraan terus bergerak.
Perbedaan informasi yang diterima ini dapat membuat otak kesulitan dalam menyelaraskan sinyal gerakan. Akibatnya, banyak orang mengalami gejala mabuk perjalanan, seperti mual, pusing, dan keringat dingin. “Layar HP pas badan goyang bikin otak makin bingung. Mending simpen HP dan liat lurus ke jalanan jauh di luar kaca,” ungkap dr Cecep.
Langkah Mencegah Mabuk Perjalanan
Oleh karena itu, mengurangi penggunaan HP selama perjalanan adalah salah satu langkah yang dapat diambil untuk mencegah mabuk perjalanan. Mengalihkan pandangan ke objek yang jauh di luar kendaraan dapat membantu mata mengenali gerakan yang terjadi.
Selain menghindari penggunaan layar HP, posisi duduk juga harus diperhatikan. Sebaiknya, duduklah menghadap ke arah kendaraan melaju dan jaga posisi tubuh tetap tegak agar lebih nyaman selama perjalanan. Kondisi perut juga berpengaruh terhadap kenyamanan. Sebelum bepergian, hindari makan berlebihan atau membiarkan perut dalam keadaan kosong. Makanan pedas dan berlemak sebaiknya dibatasi jika dapat memicu ketidaknyamanan di perut.
Jika bau parfum atau aroma menyengat di dalam mobil memperburuk rasa mual, membuka sedikit jendela dapat membantu memasukkan udara segar selama situasi memungkinkan dan tetap aman. Jika mabuk perjalanan disertai muntah berulang hingga menyebabkan dehidrasi, tubuh terasa sangat lemas, atau pusing yang tidak kunjung hilang setelah perjalanan, segera konsultasikan ke dokter.
Pusing yang disertai sakit kepala hebat, penglihatan ganda, bicara pelo, atau kelemahan pada satu sisi tubuh juga memerlukan pertolongan medis segera karena dapat menjadi indikasi kondisi serius, bukan sekadar mabuk perjalanan.