Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni melakukan kunjungan langsung ke Jambi untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sedang berlangsung. Kegiatan ini dilaksanakan saat Menhut memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi pada Selasa, 25 Agustus.
Dalam kesempatan tersebut, Menhut menyampaikan bahwa dirinya mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk terus turun ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa instruksi terkait penanganan karhutla yang diberikan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah benar-benar dilaksanakan. “Sesuai dengan perintah Pak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, saya diminta untuk terus turun ke lapangan. Kemarin Pak Presiden ke Kalimantan Barat sebelumnya. Kemudian beliau perintahkan saya untuk mengecek kembali apakah perintah-perintah yang beliau sampaikan baik kepada K/L (Kementerian/Lembaga) di pusat maupun di daerah sudah diimplementasi atau belum, sudah dieksekusi atau belum,” ungkap Menhut.
Pentingnya Tindakan Nyata di Lapangan
Dalam rakor tersebut, Menhut menegaskan pentingnya untuk menindaklanjuti setiap perintah dari Kepala Negara yang belum dilaksanakan agar dapat dipercepat pelaksanaannya. Dia menekankan bahwa rapat koordinasi harus menghasilkan tindakan nyata di lapangan. “Saya nanti akan cek kira-kira apa perintah beliau yang belum terlaksankan. Ya, nanti satu per satu kami akselerasi agar, beliau selalu katakan, rapat itu produktif, jangan omon-omon saja. Jadi, apa yang diperintahkan, kami laksanakan,” jelasnya.
Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Karhutla
Menhut juga menambahkan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo, pemerintah berkomitmen untuk hadir di lapangan demi masyarakat. Dia menyatakan akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BMKG, BNPB, BPBD, TNI, POLRI, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta masyarakat yang peduli terhadap api dalam upaya menangani karhutla. “Jangan ragu pemerintah hadir di lapangan. Kami berkomitmen untuk bekerja keras semua terjun ke lapangan tapi tentu seperti yang dikatakan doa juga penting,” tutup Menhut Raja Antoni.