Update
News

Menteri Dody Tinjau KSPEAN di Merauke, Pastikan Infrastruktur Pertanian Siap

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan kunjungan ke Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Merauke, Papua Selatan, untuk memastikan infrastruktur pertanian siap...

Bima Candrakumara 10 October 2026 61 pembaca jpnn.com jpnn.com
Menteri Dody Pastikan Panen Perdana KSPEAN Dukung Visi Presiden Prabowo
Menteri Dody Pastikan Panen Perdana KSPEAN Dukung Visi Presiden Prabowo

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan inspeksi di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang terletak di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Dalam kunjungan ini, Dody menegaskan pentingnya infrastruktur sumber daya air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian hingga mencapai panen perdana.

Di tengah musim kemarau, hamparan tanaman padi terlihat menghijau. Dody menyatakan bahwa ketersediaan air menjadi faktor kunci dalam pengembangan pertanian di wilayah Wanam, sehingga infrastruktur irigasi harus mampu menjamin pasokan air yang cukup dan berkelanjutan. "Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kami harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun," ungkapnya.

Infrastruktur Air untuk Pertanian

Kementerian PU telah menyiapkan berbagai infrastruktur sumber daya air, termasuk jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta sistem pengendalian banjir. "Kalau kami bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kami siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kami desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya," jelas Dody.

Hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi telah dilakukan di demplot area KM 21 seluas sekitar 40 hektare untuk tahap pertama. Dody menyebutkan bahwa padi tersebut diperkirakan dapat dipanen pada awal atau pertengahan November 2026. Secara keseluruhan, pembangunan jaringan saluran di KSPEAN Kabupaten Merauke menargetkan sepanjang 180 kilometer, dan hingga saat ini telah terealisasi 133 kilometer. Pekerjaan ini mencakup jaringan irigasi rawa dan saluran pengendalian banjir yang sangat penting untuk mendukung pengembangan pertanian.

Dukungan untuk Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Dody menekankan bahwa dukungan infrastruktur air merupakan dasar untuk pengembangan pertanian secara bertahap. Untuk tahap awal, sekitar 40 hektare lahan telah ditanami, dan diharapkan panen perdana dapat dilakukan paling lambat pertengahan November. "Ini kami trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya," tambahnya.

Menurut Dody, pengembangan Wanam merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lumbung pangan baru yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan. "Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan," terangnya.

Pengembangan KSPEAN di Wanam dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya. Dody menjelaskan bahwa pemerintah tidak membangun seluruh kawasan sekaligus, melainkan memprioritaskan tahapan awal agar memberikan hasil yang nyata, termasuk pengembangan lahan seluas 10.000 hektare sebagai bagian dari program Quick Win. Pengembangan selanjutnya akan diintegrasikan dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya. Kementerian PU juga memastikan bahwa pembangunan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal.

Artikel Terkait