Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Menteri Trenggono Kirim Bantuan Kemanusiaan ke NTT Melalui Kapal Pengawas

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Pengiriman ini dilakukan sebagai wujud...

Lare Ayu 17 August 2026 60 pembaca jpnn.com jpnn.com
Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Angkut Bantuan ke NTT
Menteri Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Angkut Bantuan ke NTT

KENDARI - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Sulawesi Tenggara, pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dikirim menggunakan Kapal Pengawas PSDKP Orca 06 menuju Labuan Bajo, NTT. Diperkirakan, perjalanan pengiriman bantuan ini akan memakan waktu sekitar dua hari.

Solidaritas di Tengah Peringatan Kemerdekaan

Trenggono menjelaskan bahwa pengiriman bantuan ini adalah bentuk solidaritas di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian dan gotong royong terhadap masyarakat yang sedang mengalami bencana. "Di tengah kita memperingati hari kemerdekaan, saudara-saudara di NTT sedang menghadapi musibah. Karena itu, kemerdekaan juga harus kita maknai dengan hadir dan bergotong royong membantu saudara kita yang membutuhkan," ungkapnya.

Tanggapan Terhadap Bencana

Trenggono juga menyampaikan rasa duka cita atas gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menilai bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak adalah bagian dari semangat kemerdekaan dan bentuk solidaritas antar sesama anak bangsa. Sejak hari pertama bencana terjadi, KKP telah membentuk satuan tugas, membuka posko tanggap bencana, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengumpulkan dan menyalurkan bantuan. Upaya ini akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan selesai.

Dari Sulawesi Tenggara, KKP bersama Pemprov Sultra mengirimkan sekitar 50 ton bantuan yang terdiri dari bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan tahap awal, sementara KKP juga melakukan identifikasi terhadap masyarakat di sektor kelautan dan perikanan yang terkena dampak bencana. Setelah pengiriman bantuan dari Sulawesi Tenggara, KKP berencana menyalurkan bantuan lainnya yang telah dikumpulkan di Jakarta, seperti makanan ringan, makanan siap saji, pakaian layak pakai, selimut, dan mesin genset. "Ini adalah bentuk solidaritas kita sebagai satu bangsa, bahwa ketika ada saudara kita yang membutuhkan, kita hadir dan saling menguatkan," tutup Trenggono.

Artikel Terkait