Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, telah mengerahkan 60 personel pemadam kebakaran bersertifikat guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Mempawah, Kalimantan Barat. Tim yang dikerahkan berasal dari berbagai wilayah operasional Grup MIND ID yang mencakup Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.
Selain mengirimkan personel, MIND ID juga menyediakan berbagai perlengkapan pemadaman dan alat pelindung diri. Perlengkapan tersebut meliputi foam pemadam kebakaran, alat pelindung diri (APD), turnout gear, selang pemadam, serta masker medis dan N95.
Upaya Penanganan Kebakaran
Sejak terdeteksinya titik api di sekitar area operasional PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI), tim Emergency Response Group (ERG) telah melakukan berbagai tindakan, seperti penyisiran, penyemprotan, dan pengendalian titik api. Upaya ini dilakukan secara kolaboratif dengan BNPB, TNI, Polri, dan tim pemadam setempat untuk memastikan penanganan karhutla berjalan dengan baik dan terintegrasi.
Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di tengah situasi krisis. "Langkah ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kehadiran relawan Grup MIND ID ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pengendalian titik api sekaligus membantu mengurangi risiko kesehatan dan gangguan terhadap aktivitas yang dihadapi masyarakat," ujarnya saat meninjau daerah terdampak di Mempawah.
MIND ID menegaskan bahwa penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman kebakaran, tetapi juga mencakup upaya pemulihan lingkungan dan masyarakat yang terdampak.