Update
News

MUI Tegaskan Pentingnya Pemahaman yang Benar Terhadap Tafsir Al-Ahzab di Gontor

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, menanggapi narasi yang mengaitkan pembacaan Surat Al-Ahzab di Gontor dengan teguran kepada Presiden Prabowo Subianto, menilai hal tersebut sebagai spekulas...

Bima Candrakumara 28 September 2026 58 pembaca jpnn.com jpnn.com
Luruskan Tafsir Al-Ahzab di Gontor, MUI: Jangan Bangun Narasi Pecah Belah
Luruskan Tafsir Al-Ahzab di Gontor, MUI: Jangan Bangun Narasi Pecah Belah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, memberikan klarifikasi terkait narasi yang menyebutkan bahwa Pondok Modern Darussalam Gontor menegur Presiden Prabowo Subianto melalui pembacaan Surat Al-Ahzab ayat 70–73 pada acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor. Niam menilai narasi tersebut sebagai framing spekulatif yang tidak sesuai dengan konteks serta fakta dari rangkaian acara tersebut.

Dia mengingatkan agar nama besar Gontor tidak terjebak dalam interpretasi yang tidak memiliki dasar yang jelas. “Informasi tersebut jelas framing yang spekulatif, dan dari sisi qarinah, tidak sesuai dengan fakta di dalam event 100 tahun Gontor tersebut,” ungkap Niam pada Minggu (27/9).

Fakta Acara yang Dinyatakan Resmi

Fakta yang dipublikasikan secara resmi oleh Gontor menunjukkan bahwa Surat Al-Ahzab ayat 70–73 dibacakan setelah lagu Indonesia Raya dan Hymne “Oh Pondokku”, yang kemudian diikuti dengan doa bersama. Namun, publikasi resmi Gontor tidak menyebutkan bahwa pembacaan ayat tersebut merupakan teguran kepada Presiden.

Di sisi lain, Niam melihat suasana dan rangkaian acara menunjukkan hubungan yang akrab antara pimpinan pesantren dan Presiden. Kehadiran Prabowo dalam perayaan satu abad Gontor, menurutnya, telah direncanakan dan dinantikan dengan baik. “Dalam sambutan pengasuh pesantren, justru kehadiran Presiden sangat dinantikan, dan direncanakan cukup lama. Sambutan hangat, serta apresiasi atas kunjungan Presiden menunjukkan kebersamaan dan keakraban antara Ulama dan Umara,” jelasnya.

Pemahaman Terhadap Surat Al-Ahzab

Catatan resmi Gontor mencatat bahwa Presiden tiba sekitar pukul 10.20 WIB dan disambut oleh ribuan santri yang mengibarkan bendera Merah Putih serta penampilan marching band. Pada puncak acara, pimpinan Gontor juga menyerahkan Mushaf Al-Qur’an Gontor dan buku Gontor untuk Indonesia kepada Presiden.

Niam juga meluruskan tafsir terhadap Surat Al-Ahzab ayat 70–73 yang dihubungkan dengan Presiden. Dia menjelaskan bahwa substansi ayat tersebut mengandung pesan moral yang bersifat umum mengenai amanah dan kepemimpinan. “Dari sisi substansi, ayat yang dibaca, yakni QS al-Ahzab ayat 70-73 tersebut justru sebagai pesan moral amanah kepemimpinan,” ujarnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, tidak ditujukan secara eksklusif kepada satu individu. Nilai amanah berlaku bagi siapa saja yang memegang tanggung jawab, baik dalam konteks keagamaan maupun pemerintahan. “Yang perlu diingat dan dipedomani, bagi siapapun, termasuk bagi pemimpin keagamaan dan pemimpin pemerintahan,” tambahnya.

Niam menekankan bahwa ayat tersebut merupakan pedoman moral bagi umat Islam dalam mengatur kehidupan sosial dan melaksanakan tanggung jawab yang diemban. Dia berpendapat bahwa ruang publik seharusnya diisi dengan narasi yang memperkuat persatuan, terutama saat bangsa memerlukan kerja sama untuk mencapai kemaslahatan.

“Saatnya narasi yang dibangun harus bermuara pada komitmen kebersamaan dan persatuan. Indonesia membutuhkan kebersamaan dalam mewujudkan kemaslahatan. Stop narasi yang memecah belah,” tutup Niam.

Artikel Terkait