Update
Politik

Munafri Arifuddin Resmi Bergabung dengan Partai Demokrat

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah resmi menjadi anggota Partai Demokrat setelah mengundurkan diri dari Partai Golkar. Ia mengaku bergabung tanpa membawa pengikut dari partai sebelumnya.

Karim Abinaya 08 October 2026 64 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Foto: Arya/Fajar).
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Foto: Arya/Fajar).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, telah resmi bergabung dengan Partai Demokrat dan kini memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) partai tersebut. Keputusan ini diambilnya setelah ia mengundurkan diri dari Partai Golkar pada Senin, 5 Oktober 2026. Sebelumnya, Munafri menjabat sebagai Ketua Golkar Makassar.

Setelah menerima KTA Demokrat di Hotel Claro, Makassar, pada Kamis, 8 Oktober 2026, Munafri menyatakan bahwa ia bergabung ke Demokrat seorang diri. “Belum ada (bawa gerbong politik). Saya baru bawa diri saya sendiri ini,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan bagi para loyalisnya di Golkar untuk mengikuti langkahnya. “Jadi begini, ini kan masalah pilihan, mau ikut saya monggo. Mau tidak silahkan, tidak ada paksaan apa-apa,” jelasnya. “Tidak ada lah. Mau tinggal, tinggal. Mau ikut, ikut,” tambahnya.

Visi Bersama dalam Berpolitik

Munafri juga menyampaikan bahwa tujuan setiap politisi tetap sama, yaitu membangun daerah dan negara. “Sekarang begini, orang berpartai itu kan sama-sama untuk ingin membangun. Bangun daerah, bangun negara,” pungkasnya.

Selamat Datang di Demokrat

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni'matullah Erbe, menyambut baik kehadiran Munafri di partainya. “Alhamdulillah, dengan ini saya menyampaikan selamat datang Bapak Munafri Arifuddin di rumah besar Partai Demokrat," ujarnya. Ia berharap Munafri dapat merasa nyaman di Demokrat dan menambahkan, "Semoga bisa senang dan nyaman." Ni'matullah juga menekankan bahwa Demokrat dikenal dengan cara berpolitik yang ceria dan santun. "Kita berpolitik di Demokrat dengan riang dan gembira. Berpolitik lah tanpa kening berkerut," ungkapnya.

Sebelumnya, Munafri mengundurkan diri dari Partai Golkar dengan mengantarkan surat pengunduran dirinya langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di kediamannya. Dalam surat tersebut, Munafri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para senior dan kader Golkar yang telah membimbingnya. Ia menyatakan bahwa Golkar adalah rumah tempat dirinya belajar tentang politik sebagai jalan pengabdian.

Munafri juga menekankan bahwa setiap perjalanan memiliki persimpangan, dan setelah mempertimbangkan dengan matang, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai kader Golkar. “Sejalan dengan keputusan tersebut, tentunya saya juga menyatakan tidak bersedia diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar,” tegasnya. Ia menutup surat pengunduran dirinya dengan harapan untuk tetap menjaga silaturahmi meskipun tidak lagi menjadi bagian dari Golkar.

Artikel Terkait