Perusahaan penyedia layanan streaming, Netflix, mengumumkan rencananya untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 5 persen dari total jumlah karyawannya pada minggu depan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Reuters pada Sabtu (10/10), langkah pemangkasan tenaga kerja ini merupakan kelanjutan dari gelombang PHK yang terjadi pada tahun 2022, ketika perusahaan ini mengurangi ratusan karyawan akibat penurunan jumlah pelanggan.
Saat ini, Netflix tercatat memiliki sekitar 16 ribu karyawan. Dengan rencana pengurangan 5 persen, diperkirakan sekitar 800 karyawan akan terkena dampak PHK tersebut. Hingga saat ini, pihak Netflix belum memberikan komentar resmi terkait laporan ini.
Tantangan di Pasar Streaming
Netflix sedang menghadapi tantangan di pasar streaming yang semakin kompetitif. Perusahaan media lainnya mulai melakukan konsolidasi, dan platform seperti YouTube semakin merebut pangsa pasar serta belanja iklan yang semakin besar. Dalam upaya untuk tetap bersaing, Netflix telah memperluas bisnisnya di luar model berlangganan tradisional.
Strategi Diversifikasi Pendapatan
Netflix kini mulai berinvestasi dalam iklan, program siaran langsung, dan pengembangan game untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk tetap relevan dan bersaing di industri yang terus berkembang ini.