Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Normalisasi Situ Bulakan di Tangerang untuk Cegah Banjir, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan

Pemerintah Provinsi Banten melakukan normalisasi Situ Bulakan di Kota Tangerang selama 20 hari untuk mencegah banjir dengan fokus pada pengerukan lumpur. Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam men...

Gyan Kusuma 15 May 2026 16 pembaca liputan6.com liputan6.com
Normalisasi Situ Bulakan di Tangerang untuk Cegah Banjir, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan
Kegiatan pengerukan sedimentasi di Situ Bulakan Periuk Kota Tangerang oleh Pemprov Banten dalam mencegah luapan. (Antara/Dinas PUPR Kota Tangerang)

Normalisasi Situ Bulakan yang terletak di Kota Tangerang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten selama 20 hari, dengan penekanan pada pengerukan lumpur untuk mengantisipasi sedimentasi alami serta meningkatkan kapasitas tampung air. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa normalisasi ini bertujuan untuk menjaga agar saluran air tetap bersih dan terjaga distribusinya, terutama saat curah hujan meningkat. "Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan, yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal," ungkap Taufik dalam keterangan yang diterima di Tangerang.

Partisipasi Masyarakat dalam Mitigasi Banjir

Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merawat infrastruktur pengendali banjir. "Kami sudah siagakan pompa dan juga petugas. Selanjutnya, peran aktif warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga mengungkapkan bahwa pendangkalan di Situ Bulakan telah menyebabkan luapan air yang menggenangi jalan dan pemukiman di sekitarnya. Dalam rapat koordinasi yang diadakan beberapa waktu lalu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa langkah-langkah strategis telah disusun untuk mengatasi masalah banjir di Tangerang Raya.

Kerja Sama untuk Mengatasi Banjir

Pemerintah Provinsi Banten, bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Ciliwung Cisadane) serta pemerintah kabupaten dan kota, sepakat untuk melaksanakan program-program yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui normalisasi sungai. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.

Artikel Terkait