Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Normalisasi Situ Bulakan di Tangerang untuk Cegah Banjir, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan

Pemerintah Provinsi Banten melakukan normalisasi Situ Bulakan di Kota Tangerang selama 20 hari untuk mencegah banjir dengan fokus pada pengerukan lumpur. Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam men...

Gyan Kusuma 15 May 2026 45 pembaca liputan6.com liputan6.com
Kegiatan pengerukan sedimentasi di Situ Bulakan Periuk Kota Tangerang oleh Pemprov Banten dalam mencegah luapan. (Antara/Dinas PUPR Kota Tangerang)
Kegiatan pengerukan sedimentasi di Situ Bulakan Periuk Kota Tangerang oleh Pemprov Banten dalam mencegah luapan. (Antara/Dinas PUPR Kota Tangerang)

Normalisasi Situ Bulakan yang terletak di Kota Tangerang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten selama 20 hari, dengan penekanan pada pengerukan lumpur untuk mengantisipasi sedimentasi alami serta meningkatkan kapasitas tampung air. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa normalisasi ini bertujuan untuk menjaga agar saluran air tetap bersih dan terjaga distribusinya, terutama saat curah hujan meningkat. "Kami berharap upaya normalisasi ini berjalan lancar sesuai dengan target yang ditentukan, yakni selama 20 hari ke depan terus dilakukan secara maksimal," ungkap Taufik dalam keterangan yang diterima di Tangerang.

Partisipasi Masyarakat dalam Mitigasi Banjir

Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merawat infrastruktur pengendali banjir. "Kami sudah siagakan pompa dan juga petugas. Selanjutnya, peran aktif warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, juga mengungkapkan bahwa pendangkalan di Situ Bulakan telah menyebabkan luapan air yang menggenangi jalan dan pemukiman di sekitarnya. Dalam rapat koordinasi yang diadakan beberapa waktu lalu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa langkah-langkah strategis telah disusun untuk mengatasi masalah banjir di Tangerang Raya.

Kerja Sama untuk Mengatasi Banjir

Pemerintah Provinsi Banten, bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Ciliwung Cisadane) serta pemerintah kabupaten dan kota, sepakat untuk melaksanakan program-program yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk melalui normalisasi sungai. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.

Artikel Terkait