Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

NTB Segera Kirim Bantuan ke NTT, Pelajaran dari Gempa 2018 Diterapkan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan sigap menanggapi gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), mengirimkan bantuan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah instruksi diterima.

Aruna Sasmita 18 August 2026 54 pembaca jpnn.com jpnn.com
NTB Sigap Kirim Bantuan untuk NTT, Pengalaman Gempa 2018 Jadi Pelajaran
NTB Sigap Kirim Bantuan untuk NTT, Pengalaman Gempa 2018 Jadi Pelajaran

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bertindak cepat dalam menanggapi gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam waktu kurang dari satu hari setelah instruksi diterima, berbagai sumber daya termasuk puluhan personel, tenaga kesehatan, armada, alat berat, dan bantuan logistik telah disiapkan untuk dikirim ke daerah yang terdampak.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyatakan, “Beberapa saat setelah gempa, kami sudah langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT, Pak Melki, untuk menyampaikan kesiapan NTB membantu. Kami langsung petakan apa yang paling dibutuhkan dan sumber daya apa yang bisa segera kita gerakkan.”

Detail Gempa dan Dampaknya

Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menyebabkan 68 orang kehilangan nyawa dan 213 lainnya mengalami luka-luka. Wilayah yang terdampak meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Flores Timur. Sementara itu, daerah di NTB seperti Bima dan Dompu dinyatakan dalam status waspada.

Gubernur Iqbal menekankan pentingnya fase awal setelah terjadinya gempa dalam menentukan keberhasilan penanganan bencana. Ia menambahkan, “Pengalaman menghadapi gempa NTB 2018 mengajarkan kami bahwa dalam situasi bencana, kecepatan mengambil keputusan dan ketepatan bantuan menjadi sangat penting.”

Pengalaman Sebelumnya dalam Penanganan Bencana

Ini bukan pertama kalinya Iqbal terlibat langsung dalam manajemen bencana akibat gempa besar. Sebelum menjabat sebagai Gubernur NTB, ia memimpin penanganan gempa besar saat menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Turki dari 2019 hingga 2023. Pada 6 Februari 2023, ketika gempa berkekuatan 7,8 skala Richter mengguncang Turki selatan dan Suriah, Iqbal memimpin KBRI Ankara dalam mengevakuasi ratusan WNI.

Tim KBRI yang dipimpin oleh Iqbal menempuh perjalanan darat selama sekitar 17 jam menuju daerah yang terkena dampak dan telah berada di empat lokasi terdampak sejak hari kedua. Sebanyak 123 orang berhasil dievakuasi dari empat titik, dan Iqbal kemudian memindahkan pusat koordinasinya ke Adana untuk mengatur kedatangan empat pesawat kemanusiaan dari Indonesia.

Respons cepat terhadap gempa di NTT menjadikan NTB sebagai provinsi pertama yang mengirimkan bantuan. Selain faktor kemanusiaan, Iqbal menyatakan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari Kerjasama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama di wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi.

“NTB memiliki tanggung jawab untuk hadir secepat mungkin membantu provinsi tetangganya. Kita punya komitmen bersama di Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil. Bali, NTB, dan NTT tidak hanya memiliki kepentingan bersama dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi, tetapi juga dalam mitigasi bencana,” tutup Iqbal.

Artikel Terkait