JAYAPURA - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) melakukan langkah-langkah agresif untuk menyisir dan mengidentifikasi jaringan KKB yang terlibat dalam penembakan warga sipil di dua lokasi berbeda di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas operasi di lapangan, Satgas ODC mengirimkan pasukan tambahan dari Timika menuju Wamena.
"Personel Satgas ODC dari Timika sudah di Wamena untuk memperkuat personel yang ada di wilayah itu," ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, di Jayapura, pada hari Senin.
Pengejaran Pelaku Penembakan
Irjen Faizal menjelaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan terhadap para pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya empat warga sipil di dua lokasi berbeda. Tiga orang di antaranya adalah ASN dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang ditembak di Muliama, sementara satu orang lagi adalah sopir lajuran yang ditembak di sekitar Danau Habema.
Dia menambahkan bahwa ciri-ciri pelaku penembakan yang menewaskan tiga ASN pada 9 September lalu di Muliama telah diketahui. Namun, penyelidikan terhadap pelaku penembakan sopir lajuran masih terus berlangsung. Satgas ODC saat ini sedang melakukan pengejaran dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas para pelaku agar dapat dilakukan penangkapan dan proses hukum.
Komitmen Penegakan Hukum
"Penegakan hukum tetap dikedepankan guna mencegah tindakan yang dapat berdampak terhadap masyarakat, namun bila dalam proses penangkapan terduga pelaku melakukan perlawanan maka akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Irjen Faizal.
Dia juga menyampaikan bahwa keempat korban penembakan telah dimakamkan di kampung halaman masing-masing yang berada di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur. "Kami menyampaikan berdukacita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi duka ini," tutup Kepala ODC Irjen Pol Faizal.