Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa lokasi dalam delineasi IKN masih berjarak antara 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (8/9).
Upaya Penanganan Karhutla
Danis menjelaskan bahwa penanganan karhutla terus diperkuat melalui pemadaman yang dilakukan baik dari darat maupun udara. "Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti," ungkapnya.
Menurut Danis, langkah penanganan ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mencegah agar titik-titik kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya. "Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," tambahnya.
Informasi Terkait Luas Area Terdampak
Danis juga memberikan klarifikasi mengenai informasi yang menyebutkan bahwa area yang terdampak karhutla mencapai 458 hektare. Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti seluruh lahan terbakar, melainkan terdapat sejumlah titik api di dalam area tersebut. "458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelasnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Danis melaporkan bahwa jumlah titik api di berbagai lokasi telah berkurang secara signifikan. Saat ini, dua lokasi yang menjadi fokus utama adalah Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto. Pada Selasa (8/9) pagi, tim kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31, yang segera ditangani oleh tim gabungan Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga.
Pemadaman dari udara juga dilakukan melalui metode water bombing oleh TNI AU, yang digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. "Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing," papar Danis.
Meskipun jumlah titik api telah berkurang, Otorita IKN tetap meningkatkan patroli dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru. "Kalaupun timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas," katanya. Danis menambahkan bahwa pemantauan dari udara juga tetap dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak meluas.
Tim darat akan terus melakukan patroli dan penanganan, sementara dari udara juga akan tetap disiagakan untuk mengawasi perkembangan situasi, sesuai dengan perintah Presiden untuk menangani persoalan ini dengan cepat. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di sekitar IKN agar aset-aset dikerahkan untuk mencegah kebakaran mencapai zona inti pemerintahan.
Otorita IKN juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Jangan sampai proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus kita hindari," tegas Danis.