Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Ekonomi

Otorita IKN Mengonfirmasi Jarak Karhutla Terdekat dari Zona Inti

Otorita Ibu Kota Nusantara mengungkapkan bahwa titik kebakaran hutan dan lahan terdekat berada 30-40 kilometer dari kawasan inti pusat pemerintahan. Penanganan karhutla terus diperkuat untuk mencegah...

Dewa Raka 09 September 2026 49 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
OIKN memastikan karhutla di sejumlah titik dalam delineasi IKN masih berjarak 30-40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
OIKN memastikan karhutla di sejumlah titik dalam delineasi IKN masih berjarak 30-40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa lokasi dalam delineasi IKN masih berjarak antara 30 hingga 40 kilometer dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa (8/9).

Upaya Penanganan Karhutla

Danis menjelaskan bahwa penanganan karhutla terus diperkuat melalui pemadaman yang dilakukan baik dari darat maupun udara. "Jarak titik yang paling dekat dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN sekitar 30-40 kilometer. Memang masih masuk dalam delineasi IKN, tetapi secara jarak cukup jauh dari kawasan inti," ungkapnya.

Menurut Danis, langkah penanganan ini diambil sebagai tindakan preventif untuk mencegah agar titik-titik kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya. "Jadi, apa yang kita lakukan ini betul-betul merupakan tindakan preventif. Jangan sampai kebakaran tersebut berkembang menjadi lebih jauh," tambahnya.

Informasi Terkait Luas Area Terdampak

Danis juga memberikan klarifikasi mengenai informasi yang menyebutkan bahwa area yang terdampak karhutla mencapai 458 hektare. Ia menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti seluruh lahan terbakar, melainkan terdapat sejumlah titik api di dalam area tersebut. "458 hektare itu adalah area yang terdampak. Di area tersebut ada titik-titik yang terbakar, jadi tidak seluruhnya terbakar. Yang terbakar sebenarnya kurang dari itu karena merupakan titik-titik api," jelasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Danis melaporkan bahwa jumlah titik api di berbagai lokasi telah berkurang secara signifikan. Saat ini, dua lokasi yang menjadi fokus utama adalah Bukit Tengkorak dan wilayah Wonotirto. Pada Selasa (8/9) pagi, tim kembali menemukan titik api di Tol Balikpapan-Samarinda Kilometer 31, yang segera ditangani oleh tim gabungan Otorita IKN, TNI, Polri, dan Jasa Marga.

Pemadaman dari udara juga dilakukan melalui metode water bombing oleh TNI AU, yang digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. "Terutama di area-area yang tidak bisa dicapai melalui jalur darat. Misalnya di daerah Bukit Tengkorak, ada beberapa area yang hanya bisa dicapai dengan water bombing," papar Danis.

Meskipun jumlah titik api telah berkurang, Otorita IKN tetap meningkatkan patroli dan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru. "Kalaupun timbul, dapat segera ditangani secepatnya sebelum meluas," katanya. Danis menambahkan bahwa pemantauan dari udara juga tetap dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak meluas.

Tim darat akan terus melakukan patroli dan penanganan, sementara dari udara juga akan tetap disiagakan untuk mengawasi perkembangan situasi, sesuai dengan perintah Presiden untuk menangani persoalan ini dengan cepat. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di sekitar IKN agar aset-aset dikerahkan untuk mencegah kebakaran mencapai zona inti pemerintahan.

Otorita IKN juga memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Jangan sampai proses pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar. Ini yang harus kita hindari," tegas Danis.

Artikel Terkait