Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
Ekonomi

Pagar Tinggi di Mal Kota Kasablanka Segera Dihapus

Pemasangan pagar setinggi 2,5 meter di Mal Kota Kasablanka akan segera dibongkar, menurut pernyataan dari manajemen Pakuwon Group. Langkah ini diambil untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

Aruna Sasmita 02 August 2026 66 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Bos Pakuwon Group Alexander Tedja buka suara terkait pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka (Kokas). Ilham Satria Fikriansyah/detikcom
Bos Pakuwon Group Alexander Tedja buka suara terkait pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka (Kokas). Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Jakarta, CNN Indonesia -- Alexander Tedja, pemimpin Pakuwon Group, memberikan penjelasan mengenai pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka (Kokas). Ia menegaskan bahwa pemasangan pagar tersebut merupakan keputusan dari manajemen lokal mal dan bukan instruksi dari pemegang saham atau kantor pusat.

Alex memastikan bahwa pagar yang tingginya sekitar 2,5 meter yang terpasang di bagian depan Mal Kokas akan segera dihapus. Ia juga menyatakan bahwa mal-mal lain yang dikelola oleh Pakuwon Group akan ditata ulang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menghindari persepsi yang keliru di masyarakat. "Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," ungkap Alex.

Polemik Pemasangan Pagar

Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan Alex Tedja mengenai kontroversi pemasangan pagar di beberapa mal. "Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," kata Ara.

Mal Kota Kasablanka di Jakarta Selatan menjadi sorotan setelah pemasangan pagar di area depannya. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa tujuan dari pemasangan pagar adalah untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung di pusat perbelanjaan. "Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," jelas Alphonzus.

Tanggapan dari Pihak Berwenang

Menanggapi pemasangan pagar tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menyatakan rencananya untuk meminta pengelola mal agar membongkar pagar-pagar tersebut. "Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ujar Pramono.

Ia menambahkan, "Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta."

Berdasarkan pengamatan, pagar di area depan Mal Kota Kasablanka berwarna abu-abu dan memiliki tinggi sekitar 2,5 meter. Pagar tersebut terpasang di sepanjang sekitar 100 meter, membentang dari dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati akses pintu keluar menuju Jalan Raya Casablanca. Sementara itu, bagian depan mal lainnya tidak dipasangi pagar serupa, hanya beberapa titik yang menggunakan pagar kaca dengan tinggi tidak lebih dari satu meter untuk tetap menjaga aspek estetika.

Pagar yang dipasang di Kokas merupakan jenis pagar logam vertikal atau pagar bilah, dirancang untuk meningkatkan keamanan, dengan bagian atas yang menyudut dan lancip serta sisi yang sedikit miring.

Artikel Terkait