Penggagalan Rencana Serangan Teror dan Penangkapan 5 Pelaku
Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford yang juga difungsikan sebagai markas Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) nyaris menjadi sasaran aksi pemboman pada Minggu (28/9/2026). Pangkalan udara tersebut diketahui menjadi salah satu basis utama penempatan pesawat-pesawat pengebom AS untuk melancarkan gempuran ke wilayah Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu.
Otoritas keamanan Inggris menetapkan status insiden besar di kawasan pedesaan yang berbatasan langsung dengan kompleks pangkalan militer tersebut. Dalam operasi penindakan, petugas berhasil mengamankan lima unit mobil van yang diduga kuat membawa bahan peledak, sekaligus meringkus lima orang terduga pelaku.
Guna mengantisipasi potensi bahaya, pihak kepolisian mengevakuasi sebanyak 85 keluarga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian. Kelima terduga pelaku kini ditahan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak (Explosives Act) serta indikasi perencanaan aksi terorisme oleh Unit Kepolisian Anti-Terorisme Inggris.
Respons Donald Trump dan Pemantauan Intelijen
Presiden AS Donald Trump menyampaikan rasa geramnya atas ancaman serangan yang menyasar pangkalan militer gabungan tersebut. Menerangkan hal itu di Illinois, Trump mengungkapkan bahwa otoritas AS telah berkoordinasi secara ketat dengan lembaga keamanan Inggris untuk membekuk para pelaku di dekat Pangkalan Udara Fairford.
"Mereka berniat menimbulkan kerusakan besar terhadap pangkalan-pangkalan kita," ujar Trump seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
"Penangkapan yang dilakukan pihak Inggris itu luar biasa. Kami sudah menyelidiki mereka," tegasnya menambahkan bahwa pihak intelijen AS telah melakukan pengintaian terhadap pergerakan para pelaku dalam kurun waktu yang cukup lama sebelum penangkapan dieksekusi.
Ancaman Garda Revolusi Iran dan Posisi Strategis Pangkalan
Upaya serangan ini terjadi di tengah peningkatan eskalasi keamanan di Pangkalan Fairford, menyusul ancaman terbuka dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Juli lalu. IRGC secara terbuka membidik pangkalan udara tersebut lantaran difungsikan secara langsung oleh armada pengebom AS dalam menggempur wilayah Iran.
Secara strategis, Pangkalan Udara Fairford mengemban peran vital bagi militer AS karena merupakan markas resmi bagi Sayap Dukungan Tempur ke-501 AU AS serta Markas Skuadron ke-420 AU AS.