Politikus dari Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana, memberikan komentar pedas terhadap kelompok yang disebutnya sebagai buzzer Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berkaitan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Melalui akun media sosialnya di X @panca66, Panca menyoroti simulasi yang memperbandingkan elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Gibran, dan mengisyaratkan bahwa ada yang sengaja tidak menampilkan hasil tersebut.
“Wkwkwk, simulasi 2 nama sengaja nga ditampilkan buzzeRp genk Oslo cc,” tulis Panca dalam unggahannya, yang dikutip pada Kamis (22/10/2026). Komentar ini muncul sebagai tanggapan terhadap grafik survei SMRC yang berjudul Pilihan Kepada Calon Presiden (Dua Nama). Dalam simulasi tersebut, AHY memperoleh dukungan sebesar 41,6 persen, sedangkan Gibran mendapatkan 36 persen. Sementara itu, 22,4 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. Survei ini dilaksanakan secara nasional pada periode 1 hingga 10 Oktober 2026.
Sindiran Terhadap Aktivitas Politik
Panca kemudian melanjutkan sindirannya dengan membandingkan aktivitas politik antara AHY dan Gibran menjelang Pemilu 2029. Ia mengamati bahwa Gibran telah mulai melakukan kampanye, sementara AHY tampak belum menunjukkan aktivitas yang sama untuk kepentingan politiknya ke depan. “Padahal Gibran udah kampanye ke mana-mana. AHY anteng aja belum mulai kampanye, wkwkwk,” tulisnya dalam komentar selanjutnya.
Perbandingan Elektabilitas dalam Simulasi
Sementara itu, dalam simulasi yang melibatkan lebih banyak nama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mencatatkan elektabilitas tertinggi sebesar 35,5 persen, menempatkannya di posisi teratas dalam simulasi yang ditampilkan oleh SMRC. Dalam simulasi tiga nama yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto, Gibran, dan AHY, Gibran mendapatkan elektabilitas sebesar 29,7 persen, sedangkan AHY mengikuti dengan perolehan 28,2 persen, selisih keduanya hanya 1,5 poin persentase. Hasil ini berbeda dengan simulasi dua nama yang hanya mempertemukan AHY dan Gibran, di mana AHY unggul dengan dukungan 41,6 persen, sementara Gibran memperoleh 36 persen. Perbedaan hasil simulasi ini menjadi perhatian Panca di tengah dinamika politik menjelang Pemilu 2029.