Update
Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM
Politik

PDI-P Sebagai Partai Penyeimbang, Said Abdullah Soroti Sikap Objektif dan Proporsional

Said Abdullah, Ketua DPP PDI-P, menegaskan bahwa partainya berperan sebagai penyeimbang dalam pemerintahan, bukan sebagai oposisi. Ia menekankan pentingnya sikap objektif dalam mendukung kebijakan yan...

Yoga Samadhi 18 June 2026 123 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
PDI-P Sebagai Partai Penyeimbang, Said Abdullah Soroti Sikap Objektif dan Proporsional
sorotpolitik.kompas.com

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P), Said Abdullah, menegaskan bahwa posisi PDI-P dalam pemerintahan adalah sebagai partai penyeimbang. Ia menyatakan bahwa sikap ini merupakan pilihan politik yang tegas dan tidak bisa disamakan dengan konsep oposisi yang umum di negara-negara Barat. “PDI-P berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu-abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi,” ungkap Said dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Kamis (18/6/2026).

Posisi Penyeimbang dan Dukungan Terhadap Kebijakan Pro-Rakyat

Said menjelaskan lebih lanjut bahwa posisi penyeimbang yang diambil oleh PDI-P mengedepankan sikap objektif dan proporsional, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri. PDI-P akan mendukung pemerintah jika kebijakan dan program yang diterapkan berpihak kepada rakyat dan memberikan manfaat bagi masyarakat, meskipun tidak ada keuntungan elektoral yang diperoleh dari kinerja positif pemerintah. Di sisi lain, PDI-P juga siap memberikan masukan konstruktif jika terdapat kebijakan pemerintah yang dianggap perlu diperbaiki, meskipun dalam konteks ini partai tidak selalu mendapatkan keuntungan elektoral.

Perbedaan dengan Sikap Oposisi

Said juga membedakan posisi penyeimbang PDI-P dengan sikap oposisi. Ia menjelaskan bahwa oposisi cenderung memiliki orientasi politik yang bertentangan secara keseluruhan dengan pemerintah. "Sikap oposisi lebih menempuh jalan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan pemerintahan agar mendapatkan dampak negatif elektoral," jelas Said. Sebagai partai penyeimbang, PDI-P berharap agar Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan amanat konstitusi dengan baik hingga akhir masa jabatannya pada tahun 2029.

Dalam konteks ini, Said mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memahami sikap dan pilihan politik PDI-P. Ia menyatakan bahwa Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas sikap tersebut dan menganggap PDI-P sebagai teman yang lebih jujur. "Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap objektivitas yang diperlukan Bapak Presiden," tambah Said.

Artikel Terkait