Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Pekanbaru Perpanjang Pembelajaran Daring Hingga 28 Agustus Akibat Karhutla

Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi siswa dari PAUD hingga SMP hingga 28 Agustus, menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap.

Aruna Sasmita 25 August 2026 67 pembaca jpnn.com jpnn.com
Imbas Karhutla, Siswa di Pekanbaru Masih Harus Belajar dari Rumah Hingga 28 Agustus
Imbas Karhutla, Siswa di Pekanbaru Masih Harus Belajar dari Rumah Hingga 28 Agustus

PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah untuk memperpanjang masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring bagi peserta didik dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga hari Jumat, 28 Agustus. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap penurunan kualitas udara yang disebabkan oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Abdul Jamal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, menjelaskan bahwa perpanjangan pembelajaran daring ini diatur melalui Surat Edaran (SE) yang berisi penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara. "Maka dalam rangka melindungi kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap, kita terbitkan SE tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru," ujarnya pada hari Selasa.

Kondisi Kualitas Udara yang Mempengaruhi Kebijakan

Lebih lanjut, Abdul Jamal menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara di Pekanbaru, yang berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada tanggal 25 Agustus menunjukkan level yang berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. SE ini ditujukan kepada seluruh PAUD/TK, SD, dan SMP di Pekanbaru dan berisi lima poin penting.

Poin pertama menyatakan bahwa kegiatan PJJ atau daring akan dilaksanakan kembali selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat (26-28 Agustus), dengan metode yang sederhana dan efektif. Poin kedua mengimbau sekolah atau madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) dan lembaga lainnya untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan kondisi ini, tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Peran Orang Tua dan Penguatan Sistem Pembelajaran

Poin ketiga menekankan bahwa kepala sekolah diminta untuk memfasilitasi dan memastikan para guru mengikuti pendampingan atau webinar penguatan PJJ yang telah dijadwalkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Sementara itu, orangtua atau wali murid diminta untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar untuk menghindari paparan kabut asap. Jika ada keperluan mendesak untuk keluar, mereka diharuskan menggunakan masker.

Poin kelima menyebutkan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara berdasarkan informasi dari ISPU. "Sehubungan dengan edaran terlampir untuk menjadi perhatian kepala sekolah agar memaksimalkan pemberian tugas atau latihan murid di rumah. Kemudian selama PJJ tidak ada pengiriman makanan bergizi gratis," tutup Abdul Jamal.

Artikel Terkait