Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dana sebesar Rp17 triliun untuk program bantuan sosial berupa beras, yang akan diperpanjang hingga akhir tahun 2026. Dana ini akan digunakan untuk memberikan beras seberat 30 kilogram kepada setiap warga yang berhak menerima bantuan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa detail teknis mengenai distribusi bantuan pangan beras ini akan dikelola oleh Perum Bulog. "Jumlahnya tetap 30 kg. Anggarannya sekitar Rp17 triliun," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta Pusat pada Selasa (8/9).
Penyaluran Beras dalam Satu Paket
Airlangga menambahkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, telah mengusulkan agar beras 30 kg tersebut dibagikan sekaligus kepada penerima bantuan. Biasanya, pemerintah menyalurkan beras dalam paket bulanan sebesar 10 kg. "Biasanya kan paketnya 10 kg, tetapi kemarin dari Menko Pangan mengusulkan supaya paketnya dijadikan satu di 30 kg. Nanti tentu teknisnya dari Bulog," ujar Airlangga.
Langkah Strategis Menghadapi El Nino
Keputusan untuk menyalurkan bantuan beras ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menghadapi fenomena El Nino. Program bantuan ini akan dilaksanakan pada bulan Oktober, November, dan Desember, dengan penyaluran yang dirapel menjadi satu kali. Penerima bantuan ini ditujukan bagi masyarakat yang termasuk dalam desil 1 hingga desil 4, yang mencakup lebih dari 33 juta orang. Total beras yang akan disalurkan diperkirakan mencapai sekitar 900 ribu ton hingga hampir 1 juta ton.