Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan ke Nusa Tenggara Timur Pasca Gempa

Pemerintah Indonesia mempercepat pengiriman bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur, dengan total 253 ton logistik telah dikirim hingga hari kelima setelah bencana.

Gyan Kusuma 19 August 2026 46 pembaca jpnn.com jpnn.com
Seskab Teddy: 253 Ton Bantuan Telah Dikirim ke NTT
Seskab Teddy: 253 Ton Bantuan Telah Dikirim ke NTT

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah cepat dalam mengirimkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima setelah terjadinya gempa, sebanyak 253 ton logistik telah berhasil dikirim ke daerah yang terdampak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pada Rabu (19/7) dini hari, lima pesawat diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta, membawa total 65 ton bantuan. "Jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," jelas Teddy dalam keterangannya.

Jenis Bantuan yang Dikirim

Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan mendasar, seperti makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta barang-barang penting lainnya bagi warga yang terdampak bencana. Pemerintah juga telah menyiapkan dua posko utama untuk memperlancar distribusi bantuan, yaitu di Labuan Bajo dan Maumere.

Dari Posko Labuan Bajo, bantuan akan didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk Manggarai dan Ngada. Sementara itu, bantuan dari Posko Maumere akan diarahkan menuju Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Metode Distribusi Bantuan

Distribusi logistik dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan penggunaan helikopter serta pesawat Cassa dan pesawat berukuran kecil. Untuk jalur laut, tiga KRI TNI Angkatan Laut telah berada di lokasi terdampak, dan satu kapal rumah sakit juga hampir berlabuh di sana.

Teddy menambahkan, "Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua." Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus memantau penanganan bencana agar seluruh proses dapat berjalan dengan cepat dan bantuan dapat segera diterima oleh masyarakat.

Selain itu, Teddy memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di NTT. "Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada sukarelawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak," tuturnya.

Artikel Terkait