Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Pemkot Jakarta Timur Musnahkan 763 Kg Ikan Sapu-Sapu Hasil Tangkap

Pemerintah Kota Jakarta Timur mengambil langkah tegas dengan memusnahkan 763 kilogram ikan sapu-sapu hasil tangkapan untuk mencegah dampak negatif bagi lingkungan.

Kalula Putri 17 April 2026 14 pembaca liputan6.com liputan6.com
Pemkot Jakarta Timur Musnahkan 763 Kg Ikan Sapu-Sapu Hasil Tangkap
liputan6.com

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) baru-baru ini melakukan penangkapan ikan sapu-sapu yang berjumlah 763 kilogram. Penangkapan ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga ekosistem perairan dan mencegah berbagai potensi bahaya yang bisa diakibatkan oleh keberadaan spesies tersebut. Keputusan untuk memusnahkan ikan yang ditangkap sudah dipastikan, dan tidak ada rencana untuk memanfaatkan hasil tangkapan tersebut.


Proses pemusnahan dilakukan dengan mengubur ikan-ikan tersebut, mengingat ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat menyebabkan kerusakan pada habitat asli dan spesies lokal lainnya. Hal ini disampaikan oleh pejabat setempat yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah perairan Jakarta Timur. "Kami tidak akan memanfaatkan hasil tangkapan ini dan memilih untuk memusnahkannya demi kelestarian lingkungan," ujar salah satu pejabat Pemkot Jaktim.


Ikan sapu-sapu, yang berasal dari lingkungan aslinya di daerah tropis, diketahui memiliki potensi untuk berkembang biak dengan cepat dalam ekosistem lokal. Keberadaan ikan ini dapat mengganggu rantai makanan dan mempengaruhi spesies lain yang sudah ada sebelumnya. Dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan perairan, Pemkot Jaktim melakukan pengawasan secara rutin terhadap spesies-spesies yang berpotensi merusak. Seorang warga yang turut menyaksikan proses penangkapan menjelaskan, "Kami sangat mendukung tindakan Pemkot untuk menjaga lingkungan, karena kami khawatir jika ikan ini dibiarkan akan mengganggu kehidupan biota lainnya."


Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jaktim untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Melalui program-program sosialisasi, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya spesies invasif dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. "Kami akan terus melakukan penanganan dan edukasi, agar masyarakat paham akan dampak negatif dari keberadaan spesies tertentu di lingkungan kita," tambah pejabat tersebut.


Dengan tindakan ini, Pemkot Jakarta Timur menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan mendukung program perlindungan lingkungan. Ke depannya, diharapkan semakin banyak langkah proaktif yang diambil untuk mencegah munculnya masalah serupa. Masyarakat juga diajak untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait